top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Fairid Naparin Lantik Pengurus DMI Kecamatan se-Kota Palangka Raya

6 hours ago
2 min read
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melantik Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) tingkat kecamatan se-Kota Palangka Raya masa khidmat 2026–2031. (Foto: MC Kota Palangka Raya).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melantik Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) tingkat kecamatan se-Kota Palangka Raya masa khidmat 2026–2031. (Foto: MC Kota Palangka Raya).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melantik Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) tingkat kecamatan se-Kota Palangka Raya masa khidmat 2026–2031 di Aula Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu (16/9/2026).


Dalam sambutannya, Fairid mengatakan keberadaan PD DMI kecamatan memiliki peran dalam memperkuat koordinasi dan pembinaan masjid di wilayah masing-masing. DMI diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi antar-pengurus masjid, tetapi juga mendorong masjid lebih aktif menjalankan fungsi keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.


Menurutnya, PD DMI kecamatan dapat menjadi penghubung antara pengurus masjid dengan pemerintah maupun pihak lainnya dalam menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta program kemasjidan.


“Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan umat. Karena itu, pengurus DMI kecamatan diharapkan dapat membantu mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan,” ujar Fairid.


Ia menambahkan, DMI kecamatan juga diharapkan berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan masjid. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas khatib, bilal, imam, serta pengurus masjid.


Selain peningkatan kapasitas, Fairid mendorong pengurus DMI membangun kebersamaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah antarpengurus maupun jemaah. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar masjid dapat menjadi ruang yang aktif, terbuka, nyaman, dan menghadirkan berbagai kegiatan positif bagi masyarakat.


“Melalui kepengurusan yang baru, saya berharap DMI kecamatan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, memperkuat silaturahmi antarpengurus masjid, serta menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.


Pada kesempatan yang sama, Fairid juga membuka Pelatihan Khatib dan Bilal bagi pengurus masjid se-Kota Palangka Raya yang berlangsung di lokasi yang sama.


Fairid menilai khatib dan bilal memiliki peran penting dalam kehidupan umat. Selain mendukung pelaksanaan ibadah, keduanya memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan keagamaan yang menyejukkan, membangun persatuan, dan memperkuat keharmonisan masyarakat.


Menurutnya, mimbar masjid menjadi salah satu media yang memiliki kedekatan langsung dengan jemaah. Karena itu, pesan yang disampaikan khatib dapat berpengaruh terhadap pemahaman dan sikap masyarakat.


“Oleh karena itu, seorang khatib dan bilal bukan sekadar penyampai rukun khutbah atau penyeru azan, melainkan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik,” ujar Fairid.


Ia mengatakan seorang khatib perlu memiliki landasan ilmu yang memadai dan wawasan kebangsaan, sekaligus mengedepankan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Pesan dakwah diharapkan mampu memberikan kesejukan, pencerahan, serta mendorong masyarakat membangun kehidupan yang beradab.


“Seorang khatib harus hadir membawa kedalaman ilmu, wawasan kebangsaan, serta pesan-pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, pesan yang menyejukkan, mencerahkan dan membangun keberadaban,” katanya.


Sementara itu, bilal juga memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan ibadah di masjid sekaligus menjadi bagian dari penyampaian pesan kebaikan kepada jemaah.


Fairid menyebut Pemko Palangka Raya membutuhkan kemitraan dengan DMI, para dai, khatib, bilal, dan seluruh pengurus masjid untuk menjaga kondusivitas daerah, memperkuat keharmonisan antarumat beragama, serta mendukung pembangunan di Kota Palangka Raya.


Kepada peserta pelatihan, Fairid meminta kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi dalam menjalankan tugas sebagai pengemban dakwah.


Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan bekal yang diterapkan dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page