Dislutkan Kalteng Latih Pegawai Bahasa Isyarat untuk Tingkatkan Pelayanan Inklusif

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah membekali pegawainya dengan kemampuan dasar bahasa isyarat untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan publik, khususnya bagi penyandang disabilitas tunarungu.
Pelatihan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Sekolah Khusus Negeri (SKHN) 1 Palangka Raya di Aula Kantor Dislutkan Kalteng, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini ditujukan kepada Tim Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta petugas pelayanan agar mampu berkomunikasi lebih baik dengan masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus.
Kepala Dislutkan Kalteng, Sri Widanarni, mengatakan penguasaan dasar bahasa isyarat menjadi salah satu keterampilan yang penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang ramah, inklusif, dan setara.
Menurutnya, setiap masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik tanpa terkendala hambatan komunikasi. Karena itu, peningkatan kompetensi aparatur diperlukan agar pelayanan pemerintah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pelatihan ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang mendorong tata kelola pemerintahan profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari SKHN 1 Palangka Raya, Jambi D. Nudin dan Renny Marliana. Peserta mendapatkan materi mengenai pelayanan publik inklusif, pengenalan dasar bahasa isyarat, simulasi komunikasi, serta etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.
Selain memberikan pengetahuan dasar, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepekaan pegawai terhadap kebutuhan masyarakat yang memerlukan pendekatan pelayanan berbeda.
Sri Widanarni menyebut peningkatan kapasitas aparatur juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, termasuk penguatan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Belom Bahadat.
Melalui pelatihan ini, pegawai diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif, sekaligus menghargai kesetaraan setiap individu.
Kegiatan diikuti secara langsung oleh pejabat administrator selaku Tim Pertimbangan PPID, Tim PPID Pelaksana, serta petugas front office Dislutkan Kalteng. Sementara itu, kontributor PPID dari unit pelaksana teknis (UPT) dinas dan masyarakat umum mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung Instagram.
Upaya penguatan keterampilan komunikasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun pelayanan publik yang lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat di Kalimantan Tengah.
-red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments