Bupati Kotim Instruksikan Seluruh OPD Terlibat Tangani Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- Aug 10
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Instruksi tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kejadian karhutla di Kotim. Pemerintah daerah akan menambah kekuatan personel lapangan dari sebelumnya 78 orang menjadi sekitar 150 orang mulai Senin (10/8/2026).
Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim, Rihel, mengatakan instruksi tersebut disampaikan Halikinnor saat mengunjungi Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan, Sabtu (8/8).
“Semua OPD wajib terlibat dalam penanganan karhutla sehingga personel lapangan yang sebelumnya 78 orang ditambah menjadi sekitar 150 orang mulai Senin depan,” kata Rihel di Sampit, Minggu (9/8/2026).
Setiap OPD diminta mengirimkan sedikitnya satu personel untuk bergabung dalam tim penanganan karhutla. Penempatan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kebakaran di lapangan, baik secara bergantian maupun menetap di lokasi tertentu.
Selain menambah personel, pemerintah daerah juga akan memperkuat peralatan pemadaman. Saat ini sekitar 15 unit peralatan digunakan dalam operasi, namun jumlah tersebut dinilai masih perlu ditambah melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Menurut Rihel, kondisi di lapangan menjadi tantangan karena sejumlah kebakaran terjadi berdekatan dengan permukiman. Keterbatasan sumber air dan kabut asap yang cukup pekat juga menyulitkan proses pemadaman.
“Karena asap dan arah angin membuat teman-teman sesak napas. Jadi tidak lama untuk menyiram, kemudian kembali lagi dan berganti dengan personel lainnya,” ujarnya.
Untuk menjaga kondisi petugas, Satgas Karhutla Kotim juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Personel yang terlibat dalam operasi diminta menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan makan dan minum selama bertugas.
Berdasarkan data BPBD Kotim hingga 8 Agustus 2026, tercatat 203 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar lebih dari 373 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. Mentawa Baru Ketapang menjadi salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni lebih dari 92 hektare.
Sementara itu, jumlah hotspot di Kotim sejak Januari 2026 telah mencapai 1.257 titik. Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 241 titik.
Penambahan personel dari seluruh OPD diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah daerah dalam menangani setiap laporan kebakaran. Dengan dukungan personel dan peralatan yang lebih besar, pemadaman diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas dan mendekati permukiman warga. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments