BPBD Kotim Perkuat Mitigasi Karhutla di Mentaya Hilir Utara, MPA Jadi Garda Terdepan
- Fransisca Fethy Angelina
- Jun 26
- 3 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), salah satu wilayah yang masuk kategori rawan kebakaran saat musim kemarau.
Penguatan kesiapsiagaan dilakukan melalui pelatihan dan pembinaan bagi Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan desa, serta unsur perusahaan yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kamis (25/6/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan Mentaya Hilir Utara menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki riwayat kebakaran yang cukup tinggi, terutama pada tahun 2023. Sebagian besar titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau sehingga proses pemadaman kerap mengalami kendala.
"Berdasarkan historis, terutama pada tahun 2023, MHU ini kejadian kebakarannya cukup hebat dan daerah-daerah yang terbakar cukup sulit dijangkau. Itu karena lokasinya jauh dari poros jalan. Alhasil, kecamatan ini menjadi salah satu prioritas kami," ujarnya.
Selain akses yang terbatas, kondisi lahan gambut dan minimnya sumber air saat musim kemarau turut meningkatkan risiko meluasnya kebakaran. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Karena itu, BPBD terus mengajak masyarakat menerapkan metode pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan agar aktivitas pertanian tetap berjalan tanpa memicu kebakaran.
"Kami berharap proses peningkatan ekonomi melalui kegiatan bercocok tanam tetap dapat berjalan tanpa harus menggunakan metode pembakaran lahan," kata Multazam.
Menurutnya, keberadaan Masyarakat Peduli Api menjadi ujung tombak dalam mendeteksi titik api sejak dini sekaligus melakukan penanganan awal sebelum kebakaran meluas.
Ia mengapresiasi peran aktif MPA dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Mentaya Hilir Utara yang selama beberapa tahun terakhir dinilai konsisten mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
"Kami salut dengan Mentaya Hilir Utara. Dalam beberapa periode terakhir, MPA di sini sangat aktif dan dunia usaha di sekitar wilayah ini juga banyak membantu dalam penanganan karhutla," ungkapnya.
Selain Mentaya Hilir Utara, BPBD juga menetapkan sejumlah wilayah lain sebagai prioritas penanganan karhutla, di antaranya Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Seranau, hingga sebagian Kecamatan Cempaga, khususnya wilayah Cempaka Mulia Timur yang masih didominasi lahan gambut.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Wim Reinardt Kalawa Benung, menilai pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, relawan desa dan MPA memiliki peran penting dalam mendukung pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan awal kebakaran di lapangan.
"Saya berharap melalui pelatihan ini kita semua dapat menjadi garda terdepan dalam melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari dampak bencana kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan peralatan pemadam, teknik penyampaian informasi titik api, isolasi area kebakaran agar tidak meluas, hingga prosedur membantu evakuasi masyarakat apabila terjadi kebakaran.
Di sisi lain, Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut karena wilayahnya saat ini telah berstatus siaga darurat karhutla hingga Oktober mendatang.
Ia mengatakan hampir seluruh desa di Kecamatan Mentaya Hilir Utara memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan menjadi kunci dalam upaya pencegahan.
"Kami dari pihak kecamatan dan desa sangat berterima kasih karena wilayah kami menjadi salah satu lokasi pelaksanaan pelatihan ini. Kami berharap kemampuan relawan dan seluruh unsur di lapangan semakin meningkat dalam menghadapi ancaman karhutla," katanya.
BPBD Kotim berharap pelatihan tersebut mampu memperkuat kapasitas relawan sekaligus membangun kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments