top of page

Apakah Anak Muda Zaman Sekarang Semakin Sering Membahas Masa Depan daripada Masa Lalu?

Ilustasi anak muda yang sedang berdiskusi. (Foto: Ilustrasi)
Ilustasi anak muda yang sedang berdiskusi. (Foto: Ilustrasi)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Jika percakapan generasi muda beberapa dekade lalu banyak berkisar pada pengalaman masa lalu, kisah keluarga, atau sejarah daerah, maka pemandangan yang berbeda mulai terlihat saat ini.


Di berbagai komunitas, kampus, sekolah, hingga media sosial, anak muda lebih sering membicarakan karier, investasi, beasiswa, kecerdasan buatan (AI), pekerjaan masa depan, bisnis digital, hingga peluang kerja di luar negeri. Pertanyaannya, apakah generasi muda saat ini memang lebih fokus memikirkan masa depan dibanding generasi sebelumnya?


Di Kalimantan Tengah, fenomena tersebut cukup mudah ditemukan. Diskusi anak muda kini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, tetapi juga tentang bagaimana mempersiapkan diri menghadapi dunia yang berubah sangat cepat.


Mulai dari mencari informasi beasiswa, mengikuti pelatihan keterampilan digital, belajar bahasa asing, hingga membangun personal branding di media sosial menjadi bagian dari aktivitas yang semakin umum dilakukan.


Menurut Riza Noviana Khoirunnisa dan tim dari Universitas Negeri Surabaya dalam penelitian Generation Z Future Time Perspective Scale: A Study of Validity and Reliability tahun 2025, Generasi Z memiliki kecenderungan kuat untuk menghubungkan aktivitas masa kini dengan tujuan yang ingin mereka capai di masa depan.


Penelitian tersebut menjelaskan bahwa perspektif masa depan (future time perspective) menjadi salah satu karakteristik penting yang memengaruhi cara Generasi Z mengambil keputusan dan merencanakan hidupnya.


Fenomena ini tidak muncul tanpa alasan. Generasi muda saat ini tumbuh di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat. Mereka menyaksikan munculnya kecerdasan buatan, pekerjaan digital, ekonomi kreatif, hingga berbagai profesi baru yang bahkan tidak ada sepuluh tahun lalu. Kondisi tersebut membuat banyak anak muda merasa perlu mempersiapkan diri lebih awal dibanding generasi sebelumnya.


Menurut Afina Alin Kinanti dan Ni Putu Adelia Kesumaningsari dari Universitas Surabaya dalam penelitian Good Vibes Only: Gen Z Emerging Adult's Perspective on Career Planning tahun 2025, Generasi Z cenderung aktif melakukan eksplorasi identitas karier dan memiliki perhatian besar terhadap perencanaan masa depan. Faktor teknologi, akses informasi yang luas, dan tujuan pribadi menjadi pendorong utama dalam proses tersebut.


Di Kalimantan Tengah, gejala ini terlihat dari meningkatnya minat anak muda terhadap berbagai program pengembangan diri. Banyak pelajar dan mahasiswa mengikuti kursus daring, seminar karier, pelatihan digital, hingga program pertukaran pelajar.


Bahkan tidak sedikit yang mulai mempersiapkan karier sejak masih duduk di bangku sekolah.

“Sekarang kalau ngobrol sama teman-teman, yang sering dibahas itu peluang kerja, bisnis online, atau rencana kuliah. Jarang yang hanya membahas masa lalu,” kata Reza Pratama, mahasiswa di Palangka Raya.


Media sosial juga memainkan peran besar dalam perubahan pola pikir tersebut. Setiap hari anak muda terpapar informasi tentang peluang beasiswa, kisah sukses wirausaha muda, perkembangan teknologi terbaru, hingga tren pekerjaan masa depan. Paparan informasi yang terus-menerus membuat mereka lebih sadar terhadap pentingnya perencanaan jangka panjang.


Menurut penelitian Rachmat Efendi dan Rina Anindita dalam Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship, orientasi masa depan memiliki pengaruh positif terhadap produktivitas dan perilaku proaktif Generasi Y dan Z. Penelitian tersebut menemukan bahwa individu yang memiliki orientasi masa depan lebih kuat cenderung lebih siap menghadapi tantangan dan lebih aktif dalam merencanakan langkah hidup mereka.


Perubahan ini juga terlihat dalam cara generasi muda mengelola keuangan. Menurut penelitian Cinta Qiraniah Putri dan tim dalam jurnal Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen tahun 2024, literasi keuangan digital berpengaruh terhadap orientasi masa depan Generasi Z, terutama dalam keputusan menabung dan mengelola pengeluaran. Generasi muda yang memiliki pemahaman finansial lebih baik cenderung lebih fokus pada tujuan jangka panjang dibanding kepuasan sesaat.


Namun demikian, fokus yang besar terhadap masa depan juga memiliki tantangan tersendiri. Banyak anak muda merasa tertekan karena harus mencapai target tertentu dalam usia yang relatif muda. Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) sering membuat sebagian generasi muda merasa tertinggal ketika melihat pencapaian orang lain di media sosial.


Menurut Amanda Dwi Kurnia dan tim dari Universitas Negeri Surabaya dalam penelitian The Dynamics of Impulse and Control in Generation Z’s Financial Well-Being tahun 2026, Generasi Z hidup dalam lingkungan digital yang penuh distraksi dan tekanan sosial, termasuk dorongan untuk selalu mengikuti tren atau pencapaian yang ditampilkan orang lain secara daring.


Meski demikian, para ahli menilai kecenderungan berpikir ke depan merupakan modal yang positif jika diimbangi dengan kemampuan mengelola tekanan dan ekspektasi. Anak muda tetap perlu belajar dari masa lalu dan memahami sejarah, tetapi pada saat yang sama harus memiliki visi yang jelas tentang masa depan yang ingin mereka bangun.


Bagi Kalimantan Tengah, fenomena ini menunjukkan perubahan yang menarik. Generasi muda tidak lagi hanya menjadi penonton perubahan, tetapi mulai aktif mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah dan menghadapi persaingan global.


Pada akhirnya, jawaban atas pertanyaan apakah anak muda zaman sekarang lebih sering membahas masa depan daripada masa lalu tampaknya mengarah pada satu kesimpulan: ya, mereka memang semakin berorientasi pada masa depan.


Namun bukan karena mereka melupakan masa lalu, melainkan karena mereka hidup di era yang menuntut adaptasi lebih cepat dan perencanaan yang lebih matang. Bagi banyak anak muda Kalteng, masa depan bukan lagi sesuatu yang menunggu untuk datang, tetapi sesuatu yang harus mulai dipersiapkan sejak hari ini. Penulis: Emuna Asie Editor: Angel

Comments


bottom of page