top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Terpapar Asap Pekat saat Padamkan Karhutla di Tanah Mas, Dua Polisi Kotim Tumbang

3 hours ago
2 min read
Dua personel Polres Kotim mendapat perawatan medis setelah mengalami gangguan kesehatan saat memadamkan karhutla di kawasan Tanah Mas. (Foto: Istimewa).
Dua personel Polres Kotim mendapat perawatan medis setelah mengalami gangguan kesehatan saat memadamkan karhutla di kawasan Tanah Mas. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Dua personel Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Bripda Alvin Riadi dan Bripda Taba Raisi, mengalami gangguan kesehatan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Tjilik Riwut Km 11, kawasan Tanah Mas, Rabu (23/9/2026).


Keduanya diduga mengalami dampak paparan asap pekat setelah beberapa jam bertugas di lokasi kebakaran. Alvin bahkan sempat pingsan akibat sesak napas sebelum dievakuasi ke Puskesmas Baamang 2 untuk mendapatkan penanganan medis.


Alvin mengatakan, regu pemadam mulai bekerja sekitar pukul 12.30 WIB atau setelah waktu Zuhur. Sekitar dua jam kemudian, ia mulai merasakan napasnya memendek dan dadanya terasa pedih akibat asap yang menyelimuti lokasi.


“Kami mulai bekerja setelah Zuhur, sekitar pukul 12.30 WIB. Sekitar pukul 14.30 WIB mulai terasa napas pendek dan dada terasa pedas karena asap yang sangat pekat,” ujar Alvin saat ditemui di Puskesmas Baamang 2.


Saat itu, Alvin bertugas di posisi paling depan sebagai pemegang nozzle atau ujung selang pemadam. Meski kondisi tubuh mulai melemah, ia sempat berusaha bertahan dan mengarahkan semprotan air ke titik api.


Namun, sesak napas yang semakin berat membuatnya berusaha mundur dari garis pemadaman. Kondisinya kemudian memburuk hingga kehilangan kesadaran.


“Saya merasa napas sesak kemudian berupaya mundur beberapa langkah. Badan sudah terasa tidak kuat, kemudian pingsan,” katanya.


Rekan-rekannya segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi Alvin ke puskesmas. Pada saat yang sama, Bripda Taba Raisi yang berada di posisi kedua dalam regu pemadaman juga mengalami gangguan kesehatan dan turut dibawa untuk menjalani pemeriksaan.


Keduanya merupakan bagian dari sekitar 10 personel yang dikerahkan untuk menangani karhutla di kawasan Tanah Mas.


Hampir Setiap Hari Turun ke Lokasi Kebakaran


Alvin mengungkapkan, personel kepolisian terus dikerahkan ke berbagai lokasi kebakaran selama musim kemarau. Dalam beberapa hari terakhir, mereka harus berpindah dari satu titik karhutla ke lokasi lainnya.


“Kami setiap hari turun ke lapangan. Kemarin memadamkan di Betang Raya, sebelumnya juga sempat dua hari memadamkan api di Pulau Hanaut,” ungkapnya.


Sebelum bertugas di Tanah Mas, Alvin dan Taba mengaku belum sempat makan. Setelah mendapatkan penanganan medis, keduanya diminta beristirahat dan diberikan makanan, minuman, serta buah-buahan untuk membantu memulihkan kondisi tubuh.


Menurut Alvin, dokter menyarankan mereka beristirahat selama satu hari sambil memantau perkembangan kesehatan. Pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen, juga disarankan untuk memastikan kondisi keduanya.


“Kata dokter sementara istirahat dulu satu hari sambil melihat perkembangan. Tadi juga Wakil Bupati menyarankan dilakukan pemeriksaan, termasuk rontgen,” ujarnya.


Dijenguk Wakil Bupati dan Kapolres


Kondisi kedua personel tersebut mendapat perhatian dari Wakil Bupati Kotim Irawati dan Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra.


Keduanya mendatangi Puskesmas Baamang 2 untuk menjenguk Alvin dan Taba sekaligus memastikan kondisi anggota yang mengalami gangguan kesehatan saat menjalankan tugas pemadaman.


Setelah mendapatkan perawatan, kondisi kedua personel dilaporkan mulai membaik. Mereka sudah dapat berkomunikasi dan bercanda bersama rekan-rekan serta keluarga yang datang menjenguk.


Peristiwa ini menjadi gambaran risiko yang dihadapi petugas di tengah penanganan karhutla di Kotim. Selain menghadapi kobaran api dan suhu panas, petugas juga harus bekerja di tengah asap pekat yang dapat mengganggu pernapasan.


Di tengah kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah, kondisi kesehatan dan keselamatan personel menjadi perhatian penting dalam mendukung upaya pemadaman di lapangan. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie


Comments


bottom of page