Sidang DSDA Kalteng Bahas Penguatan Pengelolaan Air Hadapi Perubahan Iklim
- Fransisca Fethy Angelina
- 11 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat koordinasi dalam pengelolaan sumber daya air melalui Sidang Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Kalteng Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Manggatang Tarung, Lantai II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kalteng, Rabu (19/8/2026).
Sidang tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Anang Dirjo. Forum ini membahas pengelolaan sumber daya air yang dinilai semakin penting di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air di berbagai sektor.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalteng yang dibacakannya, Anang mengatakan Kalimantan Tengah memiliki sumber daya alam yang menjadi modal penting bagi pembangunan daerah. Namun, potensi tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dikelola secara terpadu.
“Tidak diragukan lagi, Provinsi Kalimantan Tengah adalah wilayah dengan sumber daya alam yang berlimpah. Keunggulan ini merupakan modal strategis untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Namun, potensi tersebut juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang perlu kita kelola dengan cermat,” ujarnya.
Menurut Anang, cuaca ekstrem, kemarau panjang, alih fungsi lahan dan meningkatnya kebutuhan air menjadi sejumlah persoalan yang perlu diperhatikan. Kondisi sumber daya air yang dinamis dan berkaitan dengan berbagai sektor pembangunan membuat pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara parsial.
Karena itu, sidang DSDA tahun ini mengangkat tema “Penguatan Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Air yang Adaptif terhadap Perubahan Iklim untuk Meningkatkan Ketahanan Air dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah secara Berkelanjutan.”
Anang menilai DSDA memiliki posisi penting sebagai forum koordinasi untuk membahas kebijakan dan program pengelolaan sumber daya air di Kalteng.
“Upaya tersebut perlu tetap berpedoman pada prinsip konservasi sumber daya air, pendayagunaan secara bijak, serta pengendalian daya rusak air,” tegasnya.
Ia juga mendorong para pemangku kepentingan untuk terbuka dalam bertukar gagasan dan mencari solusi atas persoalan sumber daya air. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pengelolaan air tidak hanya mendukung ketahanan air dan pangan, tetapi juga pembangunan ekonomi daerah.
Sementara itu, Sekretariat DSDA Provinsi Kalteng melalui Muhtaram mengatakan sidang tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air akibat perubahan iklim.
Selain membahas ketahanan air, pangan dan energi, forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi serta rumusan kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan Pemprov Kalteng.
“Sidang ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan rumusan kebijakan strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan pengelolaan sumber daya air,” ujar Muhtaram.
Sidang DSDA Kalteng 2026 menghadirkan narasumber dari empat instansi, yakni Dewan Sumber Daya Air Nasional, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalteng, Stasiun Meteorologi Kelas I Cilik Riwut Palangka Raya, serta Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalteng.
Melalui forum tersebut, Pemprov Kalteng mendorong pengelolaan sumber daya air yang lebih terintegrasi, sehingga mampu menghadapi perubahan iklim sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments