top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Sekda Kalteng Dorong Mahasiswa Tak Sekadar Kritis, tetapi Hadirkan Solusi bagi Masyarakat

Sekda Kalteng Linae Victoria Aden saat menyampaikan materi pada PKL dan PIW PKC PMII Kalteng Tahun 2026 di Aula Kantor BKKBN Kalteng, Jumat (28/8/2026). (Foto: MMC Kalteng)
Sekda Kalteng Linae Victoria Aden saat menyampaikan materi pada PKL dan PIW PKC PMII Kalteng Tahun 2026 di Aula Kantor BKKBN Kalteng, Jumat (28/8/2026). (Foto: MMC Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden mendorong mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, kepedulian, dan keberanian untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.


Pesan tersebut disampaikan Linae saat menghadiri Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW) PKC PMII Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Kantor BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (28/8/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Linae menyampaikan materi bertajuk “Analisis Kebijakan dan Orientasi Pembangunan Daerah” dengan semangat Kalteng Maju, Kalteng Berkah. Ia membahas arah pembangunan daerah sekaligus posisi mahasiswa dalam mengawal dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kalimantan Tengah.


“Kalteng itu ke depan tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas. Cerdas secara akademik itu tidak cukup, tapi generasi yang memiliki karakter, integritas, keberanian, dan kepedulian terhadap masyarakat,” tegas Linae.


Menurutnya, mahasiswa memiliki tiga peran strategis, yakni sebagai agen perubahan (agent of change), kontrol sosial (agent of control), dan agen solusi (agent of solution).


Karena itu, kritik terhadap kebijakan maupun persoalan di masyarakat sebaiknya tidak berhenti pada penyampaian masalah. Mahasiswa juga perlu menghadirkan alternatif solusi yang rasional dan dapat dipertimbangkan.


“Tidak hanya kontrol, tidak hanya memberikan kritik, tapi kasihkan beberapa alternatif solusi yang masuk akal. Mau diterima, alhamdulillah, enggak diterima, ya enggak apa-apa, yang penting sudah disampaikan,” ujarnya.


Linae juga meminta mahasiswa tidak hanya memahami persoalan Kalimantan Tengah dari ruang kelas maupun forum diskusi. Menurutnya, pengalaman langsung di tengah masyarakat penting agar mahasiswa dapat memahami persoalan secara lebih utuh.


“Jangan hanya memahami persoalan Kalteng dari ruang kelas. Kenali persoalan masyarakat di desa, pedalaman, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta lingkungan. Banyak sekali masalah yang harus kita amati,” katanya.


Ia kemudian menyampaikan empat hal yang perlu menjadi perhatian mahasiswa, yakni meningkatkan kapasitas diri, tetap kritis dengan menyampaikan kritik yang membangun, turun langsung ke tengah masyarakat, serta menjaga integritas.


Linae menilai integritas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Integritas juga tercermin dari keberanian melakukan hal yang benar dan berbuat baik meskipun tidak mendapatkan perhatian maupun pujian.


Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Generasi muda tidak seharusnya hanya mempertanyakan apa yang telah diberikan pemerintah, tetapi juga memikirkan kontribusi yang dapat diberikan bagi daerah.


“Jangan hanya bertanya apa yang sudah diberikan Pemerintah Kalimantan Tengah untuk kami, tapi dibalik, apa yang bisa kami berikan untuk Kalimantan Tengah?” tuturnya.


Lebih lanjut, Linae menjelaskan bahwa kebijakan publik merupakan pilihan pemerintah untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu serta rangkaian tindakan yang memiliki tujuan tertentu. Dalam pembangunan daerah, kebijakan tersebut disusun melalui berbagai dokumen perencanaan, seperti RPJPD, RPJMD, dan RKPD.


Ia menyebut pembangunan Kalimantan Tengah diarahkan pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, pelayanan kesehatan, penguatan kearifan lokal, serta pembangunan berkelanjutan.


Tema RKPD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026, yakni “Inovasi Pembangunan Daerah dan Hilirisasi SDA Berkelanjutan”, menurutnya juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengambil bagian melalui gagasan, riset, inovasi, pengabdian masyarakat, pengawasan kebijakan, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.


Linae menegaskan mahasiswa merupakan bagian dari calon pemimpin Kalimantan Tengah di masa depan. Karena itu, kemampuan kepemimpinan perlu dibangun sejak dini melalui kemampuan mengelola diri, menyampaikan gagasan, serta mendorong perubahan di lingkungan masing-masing.


“Belajar dengan sungguh-sungguh, bergerak dengan idealisme, bekerja dengan integritas, dan mengabdi untuk masyarakat. Karena masa depan Kalteng bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk generasi muda,” pungkasnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalimantan Tengah Betri Susilawati, Ketua PKC PMII Provinsi Kalimantan Tengah Fikri Haikal beserta jajaran, serta 13 kader PKL PMII Provinsi Kalimantan Tengah. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page