Bakar Lahan Sembarangan, Rumah Nenek di Sampit Nyaris Dilalap Api
- Fransisca Fethy Angelina
- 8 minutes ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran lahan di kawasan Jalan Metro TV, Gang Setia, Perumahan Setia Garden, Sampit, Sabtu (29/8/2026), nyaris merembet ke sebuah rumah warga yang dihuni seorang nenek.
Kebakaran tersebut diduga bermula dari aktivitas pembakaran lahan yang dilakukan salah seorang warga di kawasan belakang perumahan. Kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke area di sekitarnya.
Api yang awalnya membakar lahan kemudian bergerak mendekati kawasan permukiman. Rumah Mak Murni, seorang warga lanjut usia yang berada paling dekat dengan lokasi kebakaran, menjadi salah satu bangunan yang terancam terdampak.
Situasi tersebut membuat Mak Murni panik. Ia sempat berteriak sambil menunjuk ke arah api yang semakin mendekati rumahnya.
Warga sekitar kemudian berupaya melakukan pemadaman secara swadaya menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan laju api yang terus menjalar.
Sejumlah warga mengaku geram setelah mengetahui kebakaran tersebut diduga dipicu oleh pembakaran lahan secara sengaja.
“Geram juga kami. Setelah ditanya, ternyata ada warga sekitar yang sengaja membakar lahan. Warga tersebut sudah kami peringatkan dengan keras,” kata salah seorang warga.
Situasi mulai terkendali setelah dua armada pemadam kebakaran milik relawan dari kelurahan lain tiba di lokasi. Petugas menggunakan mesin dan tangki mini untuk membantu melakukan pemadaman.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merembet dan melalap rumah Mak Murni yang sebagian bangunannya terbuat dari kayu.
“Untung saya tidak jantungan di usia tua kayak gini, tapi sempat panik dan hendak mengungsi,” kata Mak Murni yang masih terlihat pucat setelah kejadian.
Warga mengatakan kawasan tersebut hampir setiap hari dikepung asap akibat kebakaran lahan di sekitar permukiman. Kondisi tersebut diperparah dengan lokasi yang berbatasan dengan wilayah desa lain sehingga sejumlah titik kebakaran sulit dikendalikan.
Selain akses menuju titik api yang tidak mudah, keterbatasan sumber air selama musim kemarau juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. Meski petugas pemadam dan relawan beberapa kali melakukan penanganan, kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau membutuhkan waktu dan upaya lebih besar.
Peristiwa tersebut kembali menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering. Api yang awalnya dianggap kecil dapat dengan cepat meluas dan mengancam permukiman warga.
Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan selama musim kemarau. -red
Penulis: Angel
Editor: Nafiri





















Comments