Wabup Kotim Kawal Distribusi 90 Ribu Liter Air Bersih ke Pulau Hanaut
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Kali ini, distribusi dilakukan ke sejumlah desa di Kecamatan Pulau Hanaut, Sabtu (29/8/2026).
Wakil Bupati Kotim Irawati turun langsung mengawal proses distribusi untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih.
Camat Pulau Hanaut Fahrujiansyah mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan menggunakan armada gabungan dari PDAM, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta Palang Merah Indonesia (PMI).
“Untuk menjangkau wilayah Pulau Hanaut, air diangkut menggunakan kapal Landing Craft Tank (LCT) dengan kapasitas sekitar 90 ribu liter,” ujarnya.
Kepala Dinas Damkarmat Kotim, A. Taufik, turut mendampingi Wakil Bupati selama proses pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat.
Pada penyaluran Sabtu tersebut, bantuan diberikan kepada warga di Desa Bapinang Hilir, Babirah, Bapinang Hilir Laut, dan Serambut. Sebelumnya, distribusi air bersih juga telah dilakukan ke Desa Bapinang Hulu dan Babaung.
Penyaluran bantuan ke Pulau Hanaut memiliki tantangan tersendiri karena wilayah tersebut berada di seberang Sungai Mentaya. Armada pengangkut air dari darat hanya dapat menjangkau wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Selanjutnya, air bersih harus dipindahkan menggunakan kapal yang lebih kecil agar dapat dibawa menyeberangi sungai dan menjangkau desa-desa di Kecamatan Pulau Hanaut.
Fahrujiansyah menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Kotim yang turun langsung memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
“Masyarakat sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah. Kondisi saat ini cukup sulit karena kemarau sudah berlangsung cukup lama,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat karena sumber air yang biasa digunakan mulai mengalami keterbatasan akibat kondisi kemarau. Karena itu, distribusi air diharapkan dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Kotim juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan bantuan air bersih secara bijak dan memprioritaskannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.
Dengan dukungan lintas instansi dan armada distribusi, Pemkab Kotim berharap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah selatan dapat tetap terpenuhi hingga kondisi kemarau berakhir. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments