Reses DPRD Murung Raya: Warga Dapil II Prioritaskan Infrastruktur, Pendidikan, dan Layanan Dasar
- Fransisca Fethy Angelina
- Jul 14
- 3 min read

KALTENG NETWORK, PURUK CAHU – Beragam persoalan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan air bersih mendominasi aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Murung Raya yang disampaikan dalam kegiatan reses anggota DPRD Murung Raya.
Reses yang berlangsung selama enam hari, mulai 30 Juni hingga 5 Juli 2026, diikuti sembilan anggota DPRD Dapil II yang meliputi Kecamatan Tanah Siang, Laung Tuhup, dan Barito Tuhup Raya, yakni Rumiadi, Dina Maulidah, Tuti Marheni, Bebie, Barlin, Susilo, Mariyanto, Liangsoi, dan Kabik Amaz Jasikha.
Seluruh hasil reses kemudian disampaikan dalam Rapat Paripurna Masa Sidang II DPRD Murung Raya. Anggota DPRD Murung Raya, Bebie, bertindak sebagai juru bicara Dapil II.
Dalam penyampaiannya, Bebie mengatakan seluruh aspirasi masyarakat telah didokumentasikan dan akan diteruskan kepada pemerintah daerah untuk menjadi bahan tindak lanjut, meskipun tidak seluruh usulan dibacakan dalam rapat karena jumlahnya sangat banyak.
"Seluruh aspirasi masyarakat telah kami himpun. Mengingat banyaknya usulan dari wilayah Dapil II, tidak semuanya kami bacakan satu per satu, namun seluruhnya tetap akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti," ujarnya.
Salah satu usulan yang menjadi perhatian utama masyarakat Kecamatan Tanah Siang adalah pembangunan Jembatan Sungai Mengkaro yang menghubungkan Desa Belawan, Kalang Kaluh, dan Mengkolisoi.
"Dan yang paling urgen pembangunan Jembatan Sungai Mengkaro menuju Desa Belawan, Kalang Kaluh, dan Mengkolisoi," tegas Bebie.
Selain pembangunan jembatan, masyarakat juga mengusulkan lanjutan pembangunan jalan cor beton dari Desa Kerali menuju Mengkolisoi, perbaikan jembatan gantung di Kelurahan Saripoi, pembangunan gedung gereja, penambahan ruang Posyandu, pengadaan bibit ikan, sarana produksi pertanian, mesin USG, vaksin rabies, hingga pengadaan peralatan kantor desa.
Di bidang kesehatan dan lingkungan, Bebie turut menyoroti persoalan debu dari jalan hauling yang melintasi sejumlah desa. Menurutnya, penyiraman jalan yang dilakukan perusahaan belum memenuhi standar sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
"Penyiraman yang dilakukan oleh pihak perusahaan bekerja sama dengan desa itu sangat tidak sesuai dan tidak standar secara tambang. Ini perlu menjadi perhatian agar jangan sampai beberapa tahun ke depan rumah sakit dipenuhi masyarakat yang mengalami penyakit paru-paru," katanya.
Ia juga mengingatkan kondisi tersebut berdampak terhadap keselamatan para pelajar yang setiap hari melintasi jalan hauling dari Desa Mantiat Pari, Olung Ulu, dan Osom Tompok menuju Saripoi.
"Kondisi ini sangat tidak aman dan tidak sehat bagi anak-anak sekolah kita," ujarnya.
Persoalan infrastruktur dasar lainnya juga menjadi perhatian masyarakat Desa Olung Ulu, terutama pembangunan akses menuju pemakaman umum yang hingga kini belum terealisasi.
Menurut Bebie, saat musim banjir warga harus menyeberangi sungai dengan kedalaman hingga setinggi leher untuk mengantarkan jenazah ke lokasi pemakaman.
"Jalan menuju kuburan Desa Olung Ulu ini sangat perlu mendapat perhatian. Saat banjir, warga harus menyeberangi sungai yang dalamnya sampai leher untuk membawa peti jenazah," ungkapnya.
Di sektor pendidikan, masyarakat Desa Kolam meminta pemerintah melanjutkan pembangunan gedung SD yang hingga kini belum selesai sehingga siswa kelas I hingga VI masih harus menggunakan tiga ruang kelas secara bergantian.
Selain itu, SMP di desa tersebut juga mengalami kekurangan tenaga pendidik. Saat ini sekolah hanya memiliki tiga guru, termasuk kepala sekolah.
"Ini sangat urgen karena anak-anak belum bisa belajar secara maksimal. Di SMP Kolam juga hanya ada tiga guru, termasuk kepala sekolah," jelas Bebie.
Masyarakat juga mengusulkan penambahan tenaga kesehatan di sejumlah desa, penyediaan sarana air bersih, bantuan alat dan bibit pertanian, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan kantor BPD, perbaikan rumah dinas guru, hingga pembangunan fasilitas umum lainnya.
Bebie berharap seluruh aspirasi masyarakat yang telah disampaikan melalui kegiatan reses dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan program pembangunan ke depan, khususnya untuk meningkatkan pelayanan dasar dan pemerataan pembangunan di wilayah Dapil II Kabupaten Murung Raya. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments