Prabowo Pimpin Rakor Karhutla Kalteng, Pemerintah Pusat Tambah Dukungan
- Fransisca Fethy Angelina
- 58 minutes ago
- 2 min read
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah, kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026). Rapat tersebut membahas perkembangan karhutla sekaligus kebutuhan tambahan personel dan sarana untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran turut menghadiri rapat tersebut bersama jajaran terkait. Penanganan karhutla dalam rakor tidak hanya mencakup Kalimantan Tengah, tetapi juga sejumlah wilayah lain di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Hingga 22 Agustus 2026, tercatat 19.992 hotspot dan 1.639 kejadian karhutla di Kalteng dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare. Penanganan melibatkan sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur.
Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat membahas penambahan dukungan untuk mempercepat pengendalian kebakaran. Dukungan tersebut meliputi helikopter water bombing, pompa air, mobil tangki, mobil pemadam, alat berat, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
Presiden Prabowo mengatakan penambahan peralatan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kita setiap hari menambahkan helikopter, alat-alat, mesin untuk air, dan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Jadi, saya berharap kita segera bisa kembali mengendalikan situasi,” katanya.
Selain peralatan, pemerintah juga menyiapkan tambahan personel. Sekitar tiga batalion TNI atau kurang lebih 1.200 prajurit dari Jawa akan diperbantukan untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Penanganan juga diarahkan pada pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang. Pemerintah mendorong edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menyiapkan dukungan peralatan, termasuk ekskavator, bagi pembukaan lahan tanpa pembakaran.
Penegakan hukum juga menjadi bagian dari penanganan. Individu maupun korporasi yang terbukti menyebabkan kebakaran akan diproses berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi karhutla di Kalteng. Menurutnya, dukungan tersebut memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi kebakaran.
“Kalau kita lihat dari data yang ada, memang titik panas cukup tinggi, tetapi kejadian karhutla terus kita tekan. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk saat El Nino, kondisinya menunjukkan tren yang lebih baik. Ini berkat kerja bersama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, relawan, dan masyarakat,” jelasnya.
Selain dukungan personel dan peralatan, kebutuhan sumber air juga menjadi perhatian. Pemerintah pusat mendukung pembangunan sekitar 1.000 sumur bor untuk membantu penanganan karhutla, sementara Pemprov Kalteng juga menyiapkan rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi atmosfer.
“Yang paling penting adalah ketersediaan air. Dukungan pembangunan sekitar 1.000 sumur bor sangat membantu mempercepat penanganan karhutla di lapangan,” katanya.
Penguatan operasi darat dan udara tersebut diharapkan dapat mempercepat pengendalian titik kebakaran sekaligus mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan. Pemerintah juga meminta seluruh unsur yang terlibat tetap memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments