top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Kabut Asap Kembali Selimuti Sampit, Pengendara Diimbau Waspada

Kabut asap karhutla menyelimuti sejumlah wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dalam beberapa hari terakhir. (Foto: Istimewa)
Kabut asap karhutla menyelimuti sejumlah wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dalam beberapa hari terakhir. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terutama terasa pada pagi hari ketika jarak pandang pengendara mengalami penurunan.


Kasatlantas Polres Kotim AKP Hariyanto mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri berkendara apabila kondisi asap semakin pekat.


“Saya mengimbau para pengendara, khususnya sepeda motor, untuk tetap mengutamakan keselamatan. Saat ini asap sudah masuk ke dalam kota, sehingga pengendara harus lebih berhati-hati,” kata Hariyanto, Minggu (23/8/2026).


Menurut Hariyanto, jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Karena itu, masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak disarankan menunda perjalanan, terutama ketika kondisi asap sedang tebal.


Selain memperhatikan keselamatan berkendara, masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.


“Jangan lupa menggunakan masker untuk menghindari hal-hal yang bisa mengganggu kesehatan,” ujarnya.


Di tengah kondisi tersebut, Satlantas Polres Kotim tetap menyiagakan personel di sejumlah persimpangan untuk membantu mengatur arus lalu lintas. Penjagaan dilakukan pada pagi, sore hingga malam hari.


Jika jarak pandang semakin terbatas, personel yang bertugas akan dilengkapi masker dan alat pencahayaan. Perlengkapan tersebut digunakan agar petugas tetap terlindungi dan keberadaannya lebih mudah terlihat oleh pengendara.


“Kalau kondisi cuaca tidak bersahabat, personel akan turun ke lapangan menggunakan masker dan alat pencahayaan agar keberadaan petugas mudah terlihat,” jelasnya.


Hariyanto juga meminta pengendara mengikuti arahan maupun isyarat yang diberikan petugas ketika melintas di lokasi penjagaan. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan di tengah kondisi jarak pandang yang menurun.


“Kalau ada petugas di jalan, mohon patuhi isyarat yang diberikan. Harapan kami semua masyarakat berangkat selamat dan pulang selamat,” pungkasnya. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page