Pemprov Kalteng Salurkan 2.000 Paket Sembako dan 75 Ribu Liter Air Bersih ke Bartim

KALTENG NETWORK, TAMIANG LAYANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan berbagai bantuan untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kabupaten Barito Timur (Bartim), Selasa (22/9/2026).
Bantuan tersebut diserahkan Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo dalam kunjungan kerja ke Bartim yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantawara, Tamiang Layang. Kedatangannya disambut Bupati Bartim M. Yamin bersama jajaran pemerintah daerah.
Sebanyak 2.000 paket sembako disiapkan untuk disalurkan di enam titik. Setiap paket terdiri dari 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir.
Selain bantuan pangan, Pemprov Kalteng menyalurkan 75.000 liter air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air selama kondisi kekeringan.
Dukungan lainnya berupa 500 tabung LPG 3 kilogram bagi pelaku UMKM, masker N95/KN95 dan multivitamin. Masyarakat juga mendapat layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Pemprov Kalteng turut menyerahkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap II kepada masyarakat Bartim. Sebanyak 4.894 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat menerima KHBS, dengan 848 KPM hadir dalam kegiatan penyerahan di GPU Mantawara.
Rangkaian kegiatan juga diisi Pasar Murah yang diperuntukkan bagi PNS golongan I dan II, PPPK serta tenaga outsourcing.
Edy Pratowo mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap masyarakat yang menghadapi dampak musim kemarau, kekeringan dan karhutla.
“Ini merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi kepada masyarakat,” kata Edy di hadapan masyarakat yang hadir di GPU Mantawara.
Menurut Edy, kondisi kemarau yang disertai fenomena El Nino menyebabkan vegetasi mengering dan meningkatkan risiko karhutla serta kabut asap. Penanganan di lapangan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, mahasiswa dan masyarakat.
Pemprov Kalteng juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi dampak kekeringan dan karhutla, mulai dari pembangunan sumur bor, penyediaan tandon air, penambahan armada pemadam hingga distribusi air bersih.
Edy menyebut pelaksanaan water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga menghadapi sejumlah kendala, salah satunya jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap serta kondisi awan yang belum mendukung pembentukan hujan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan memperbanyak konsumsi air mineral untuk menjaga kondisi tubuh.
Edy juga mengajak masyarakat menjaga kebersamaan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
“Mari kita tingkatkan rasa solidaritas, kebersamaan dan keharmonisan. Semoga dengan ikhtiar dan doa kita bersama, kondisi ini segera teratasi dan Barito Timur semakin SEGAH,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Bartim M. Yamin menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalteng yang datang langsung dan memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Atas nama pemerintah daerah, kita memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang hadir di Bartim dan memberikan bantuan,” ujar Yamin.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung penanganan dampak kekeringan dan karhutla yang masih terjadi di wilayah Barito Timur. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments