Pemkab Pulang Pisau Kaji Tiru Pengembangan Perdagangan Karbon ke Kabupaten Katingan

KALTENG NETWORK, KATINGAN – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mempelajari proses pengembangan perdagangan karbon (carbon trading) yang telah berjalan di Kabupaten Katingan sebagai referensi untuk menggali potensi lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di daerahnya.
Kunjungan kerja yang berlangsung di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan, Selasa (27/10/2026), dipimpin Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta. Rombongan disambut Asisten I Setda Katingan Kalvin, Asisten III Sawun, dan Kepala DLH Katingan Yobie.
Asisten I Setda Katingan, Kalvin, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pemerintah daerah untuk bertukar informasi mengenai pengelolaan lingkungan hidup dan peluang pengembangan perdagangan karbon.
Ia berharap pengalaman dan proses yang telah dilakukan di Katingan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Pemkab Pulang Pisau dalam menyiapkan langkah pengembangan sesuai potensi daerah.
Sementara itu, Ahmad Jayadikarta menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperoleh pemahaman mengenai tahapan pengembangan perdagangan karbon, termasuk peluang dan persiapan yang diperlukan sebelum menerapkannya di Pulang Pisau.
Melalui kaji tiru tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mengidentifikasi potensi sumber daya alam yang berpeluang mendukung upaya penurunan emisi sekaligus memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
Dalam pertemuan itu, Kepala DLH Katingan, Yobie, memaparkan sejumlah aspek teknis pengembangan perdagangan karbon. Pembahasan mencakup identifikasi potensi lingkungan, pengukuran dan penghitungan karbon, pemenuhan persyaratan, tata kelola, serta mekanisme pelaksanaan perdagangan karbon.
Yobie menjelaskan bahwa pengembangan perdagangan karbon membutuhkan perencanaan yang matang dan dukungan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Koordinasi lintas sektor serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku juga diperlukan agar potensi lingkungan dapat dikelola secara berkelanjutan.
Pemahaman terhadap aspek teknis dan tata kelola tersebut menjadi bagian penting bagi daerah yang ingin menjajaki perdagangan karbon. Pengembangan program tidak hanya berkaitan dengan potensi sumber daya alam, tetapi juga kesiapan data, pemenuhan persyaratan, dan mekanisme pelaksanaannya.
Pertemuan antarpemerintah daerah ini diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Pengalaman Kabupaten Katingan dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Pulang Pisau dalam menilai peluang, tantangan, dan kebutuhan persiapan pengembangan perdagangan karbon.
Melalui kerja sama dan pembelajaran antardaerah, kedua pemerintah kabupaten diharapkan dapat mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, mendukung upaya pelestarian lingkungan, serta membuka peluang kontribusi sektor lingkungan terhadap pembangunan daerah.
-red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments