Pelatihan Vokasi Nasional Disnaker Palangka Raya Bidik Tenaga Kerja Kompeten dan Siap Bersaing

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan kerja berbasis kompetensi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tahun 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palangka Raya di Aula Disnaker, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang diikuti 40 pencari kerja itu dibuka Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, dan akan berlangsung selama 35 hari kerja, mulai 22 Juni hingga 7 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Arbert mengatakan perkembangan teknologi, transformasi digital, serta kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berubah menuntut tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar.
Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan siap kerja.
“Jadikan pelatihan ini sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta membangun karakter kerja yang profesional sehingga mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri,” ujarnya.
Arbert menegaskan Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus mendukung berbagai program peningkatan kualitas tenaga kerja sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Palangka Raya, Amandus Frenaldy, menjelaskan program pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan, keterampilan, dan daya saing para pencari kerja.
“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Tenaga Kerja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pencari kerja, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.
Ia menjelaskan terdapat tiga bidang pelatihan yang dibuka pada program tersebut, yakni Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui pelatihan Operator Komputer Muda, Kejuruan Bisnis dan Manajemen melalui pelatihan Pengelolaan Administrasi Perkantoran, serta Kejuruan Teknik Otomotif melalui pelatihan Service Sepeda Motor Konvensional.
Selain materi teknis sesuai bidang kejuruan, peserta juga akan mendapatkan pelatihan soft skill selama delapan jam pelajaran yang mencakup pembentukan karakter, etos kerja, disiplin, komunikasi, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Seluruh materi teori dan praktik akan disampaikan instruktur UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Palangka Raya dengan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi.
Pada akhir program, peserta akan mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai skema sertifikasi masing-masing bidang keahlian.
Amandus menambahkan, Disnaker melalui UPTD BLK juga akan melakukan monitoring dan evaluasi pascapelatihan untuk mengetahui tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja maupun perkembangan peserta yang memilih berwirausaha secara mandiri.
“Kami berharap melalui pelaksanaan program ini akan melahirkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi. Dengan demikian mereka dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments