top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

OJK dan BEI Edukasi Mahasiswa Universitas Antakusuma soal Investasi Pasar Modal

3 hours ago
2 min read
OJK Kalteng dan BEI Kalteng menggelar Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa Universitas Antakusuma, Kotawaringin Barat. (Foto: Istimewa).
OJK Kalteng dan BEI Kalteng menggelar Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa Universitas Antakusuma, Kotawaringin Barat. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalteng mengedukasi mahasiswa Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), agar lebih cermat dalam berinvestasi di pasar modal.


Edukasi tersebut dikemas melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) bagi mahasiswa baru pada Rabu (23/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026.


Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan instrumen investasi sekaligus memberikan pemahaman mengenai mekanisme, manfaat, dan risiko pasar modal sebelum mahasiswa mengambil keputusan keuangan.


Data OJK dan BEI menunjukkan jumlah investor pasar modal di Kalimantan Tengah terus bertambah. Hingga Juli 2026, jumlah investor mencapai 264.721 orang, meningkat dari 118.611 investor pada Juli 2025.


Kabupaten Kotawaringin Barat menyumbang 31.467 investor atau sekitar 11,87 persen dari total investor di Kalteng. Jumlah tersebut menempatkan Kobar di posisi ketiga setelah Kotawaringin Timur dan Kapuas.


Sejalan dengan pertumbuhan investor, nilai transaksi saham di Kalteng juga meningkat dari Rp0,12 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp0,18 triliun pada Juli 2026.


Sepanjang 2026, OJK Kalteng bersama BEI Kalteng dan perusahaan sekuritas telah melaksanakan sembilan kegiatan Sekolah Pasar Modal Goes to Campus di tujuh perguruan tinggi. Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan 816 Single Investor Identification (SID) baru.


Rektor Universitas Antakusuma, Fatchurahman, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang sesuai kebutuhan, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan investasi.


“Kami berharap kegiatan Sekolah Pasar Modal ini dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Universitas Antakusuma, sehingga mereka tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Fatchurahman.


Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menekankan bahwa pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan.


Menurutnya, investasi tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan dalam waktu singkat, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.


“Semakin dini kita mulai memahami dan merencanakan investasi dengan bijak, semakin panjang waktu yang kita miliki untuk membangun fondasi keuangan menuju masa depan yang ingin dicapai,” terang Primandanu.


Bupati Kotawaringin Barat melalui Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Alfa Husain, turut mengapresiasi pelaksanaan edukasi pasar modal bagi mahasiswa.


Ia menilai peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan perguruan tinggi.


Dalam kegiatan tersebut, Manajer OJK Kalteng, Ika Budhi Pratiwi, menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan.


Sementara itu, Deputi Kepala BEI Kalteng, Randy Perdana, memperkenalkan pasar modal dan berbagai instrumen investasi. Perwakilan perusahaan sekuritas juga memberikan pemahaman mengenai aplikasi online trading serta dasar-dasar analisis saham.


Mahasiswa kemudian mengikuti diskusi interaktif yang membahas strategi investasi bagi pemula, pengelolaan risiko, serta cara mengenali ciri-ciri investasi ilegal.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya tertarik menjadi investor, tetapi juga memahami aspek legalitas, risiko, dan kesesuaian instrumen investasi dengan profil risiko masing-masing.


Kolaborasi OJK, BEI, perusahaan sekuritas, dan perguruan tinggi diharapkan terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak generasi muda serta memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page