top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Maulid Nabi di Sampit Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan Hadapi Karhutla

4 hours ago
2 min read
Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Wahyu Al Hadi Islamic Center Sampit. (Foto: Diskominfo Kotim)
Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Wahyu Al Hadi Islamic Center Sampit. (Foto: Diskominfo Kotim)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiah, kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat, terutama di tengah kondisi daerah yang menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap.


Kegiatan yang berlangsung di Masjid Wahyu Al Hadi Islamic Center Sampit, Selasa (8/9/2026), mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Memperkuat Ukhuwah Islamiah, Kepedulian dan Kebersamaan Menghadapi Musibah Karhutla dan Kabut Asap.”


Peringatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati. Sementara tausiah disampaikan Dr. K.H. Muhari, S.Ag., M.I.Kom. dari Banjarmasin.


Dalam sambutannya, Irawati mengatakan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun persaudaraan, kepedulian dan semangat saling membantu.


Menurutnya, nilai-nilai tersebut semakin penting diterapkan di tengah kondisi masyarakat yang menghadapi dampak Karhutla dan kabut asap. Situasi tersebut membutuhkan kepedulian dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.


“Semangat persaudaraan dan toleransi yang diajarkan Rasulullah SAW hendaknya menjadi pedoman bagi kita untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai perbedaan menjadi sumber perpecahan,” ujar Irawati.


Ia menyebut Kotim merupakan daerah dengan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam, baik agama, suku, budaya maupun kondisi sosial. Keberagaman tersebut dinilai sebagai kekuatan yang perlu dijaga dan dirawat bersama.


Irawati mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Menurutnya, persatuan dan gotong royong menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana dan persoalan lingkungan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.


“Dalam kondisi seperti ini, kita harus saling peduli, saling membantu dan memperkuat gotong royong. Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW,” katanya.


Selain masyarakat, Irawati juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) meningkatkan kepedulian sosial dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan perhatian serta penanganan bersama.


Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan saling membantu menghadapi dampak kabut asap.


Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di daerah.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiah, kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat Kotim sekaligus menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjaga persatuan serta membantu sesama.


Dengan semangat tersebut, masyarakat Kotim diharapkan semakin solid menjaga keharmonisan dan bersama-sama menghadapi musibah Karhutla serta dampak kabut asap demi terciptanya kondisi daerah yang aman, sehat dan kondusif. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page