top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Lima Irpom Bantuan Kementan Rampung Dipasang di Kotim, Air Payau Hambat Pemanfaatan

1 hour ago
2 min read
Pemasangan irigasi perpompaan (Irpom) bantuan Kementerian Pertanian di salah satu desa di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Foto: Istimewa).
Pemasangan irigasi perpompaan (Irpom) bantuan Kementerian Pertanian di salah satu desa di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Lima unit irigasi perpompaan (Irpom) bantuan Kementerian Pertanian telah selesai dipasang di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena sumber air yang tersedia masih payau akibat intrusi air laut saat musim kemarau.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan pemasangan lima unit Irpom telah rampung di dua kecamatan. Sebanyak empat unit berada di Kecamatan Teluk Sampit, sedangkan satu unit lainnya dipasang di Kecamatan Pulau Hanaut.


“Jadi, kemarin sudah masuk dan sudah selesai pemasangan, hanya saja untuk penggunaannya masih terkendala, karena musim kemarau ini kalau disedot airnya masih payau,” kata Yephi, Rabu (21/10/2026).


Menurut Yephi, kondisi air menjadi pertimbangan penting sebelum fasilitas tersebut digunakan untuk mengairi lahan pertanian. Air payau berisiko menurunkan produktivitas tanaman padi sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi sumber air dan kebutuhan lahan.


Jika dipaksakan, petani dikhawatirkan mengalami kerugian akibat hasil panen yang tidak maksimal.


“Kalaupun misalnya kita memaksakan memakai air payau, produktivitasnya turun. Kalaupun misalnya bisa dipanen, produktivitasnya turun, ya petaninya rugi juga,” ujarnya.


DPKP Kotim berharap kondisi sumber air membaik setelah musim hujan tiba. Dengan ketersediaan air yang lebih layak, Irpom diharapkan dapat membantu mempercepat pembasahan lahan sebelum penanaman padi dimulai.


Yephi memperkirakan musim tanam berikutnya berpeluang dimulai pada akhir November 2026. Meski demikian, pelaksanaannya tetap bergantung pada perkembangan cuaca dan ketersediaan air di lapangan.


“Jadi memang harapan ke depannya, kalau sudah masuk musim hujan, irigasi pompa tadi bisa kita gunakan untuk memaksimalkan proses penanaman padi di tempat kita,” ungkapnya.


Ia menjelaskan, keberadaan Irpom ditujukan untuk mendukung pengairan dan mempercepat persiapan lahan. Jika kondisi air sudah memungkinkan, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu petani memperluas kegiatan tanam secara lebih optimal.


“Untuk irigasi pompa ini memaksimalkan pembasahan lahan. Mudah-mudahan nanti bisa membantu mempercepat proses ketika kita masuk ke musim tanam, supaya bisa lebih masif,” jelasnya.


Selain bantuan Irpom, Kotim juga menerima bantuan irigasi perpipaan (Irpip). Namun, Yephi mengaku belum memperoleh laporan terperinci mengenai perkembangan pemasangan fasilitas tersebut.


“Kemarin ada dua alat Irpip dan Irpom. Untuk Irpip saya belum dapat laporan detailnya, tapi kalau yang Irpom sudah jalan, kemarin sudah 100 persen sudah selesai,” tuturnya.


Rampungnya pemasangan Irpom menjadi salah satu upaya mendukung pengairan pertanian di Kotim. Meski demikian, pemanfaatan fasilitas itu masih menunggu kondisi sumber air yang sesuai agar pengairan dapat berjalan efektif tanpa merugikan petani.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page