top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Bupati Kotim Turun Tangan Tangani Kasus Perundungan Pelajar, Siapkan Pendampingan Psikologis

1 hour ago
2 min read
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengunjungi kediaman pelajar yang dilaporkan mengalami perundungan berulang di Sampit. (Foto: Diskominfo Kotim).
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengunjungi kediaman pelajar yang dilaporkan mengalami perundungan berulang di Sampit. (Foto: Diskominfo Kotim).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kasus perundungan berulang terhadap seorang pelajar madrasah di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berdampak pada keberlanjutan pendidikannya. Korban dilaporkan tidak lagi bersekolah akibat tekanan yang dialaminya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Bupati Kotim Halikinnor mengunjungi kediaman korban pada Rabu (21/10/2026) untuk memastikan penanganan terhadap anak dan keluarganya.


Dalam kunjungan tersebut, Halikinnor juga mendapati keluarga korban menghadapi kesulitan ekonomi dan tinggal di rumah yang tidak layak huni. Ibu korban yang berstatus janda menjadi tulang punggung keluarga, tetapi aktivitasnya mencari nafkah terkendala setelah mengalami kecelakaan akibat ditabrak.


Terkait dugaan perundungan di lingkungan madrasah, Pemkab Kotim berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Pihak sekolah, guru, serta siswa yang diduga terlibat akan dimintai keterangan sesuai ketentuan yang berlaku.


“Kemenag tadi langsung menangani itu, memanggil kepala sekolah, guru-gurunya, dan juga anak-anak yang membully dia,” ujar Halikinnor.


Ia menegaskan, penanganan perlu dilakukan secara menyeluruh agar korban mendapatkan perlindungan dan dapat kembali mengakses pendidikan di lingkungan yang aman. Jika korban mengalami trauma atau belum bersedia kembali ke sekolah semula, pemerintah daerah siap memfasilitasi perpindahan ke sekolah lain yang lebih kondusif.


Pemkab Kotim juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) untuk menurunkan tim psikolog guna memberikan pendampingan dan membantu pemulihan kondisi psikologis korban.


Selain menangani dampak perundungan, pemerintah daerah turut memperhatikan kondisi keluarga. Pemkab Kotim berkolaborasi dengan komunitas Nasi Darurat untuk memberikan bantuan. Pemerintah juga merencanakan perbaikan rumah korban agar keluarga tersebut dapat tinggal di tempat yang lebih layak.


Halikinnor menyatakan akan mengupayakan dukungan bersama pejabat daerah dan pengusaha setempat melalui penggalangan dana sukarela apabila anggaran pemerintah yang tersedia belum mencukupi. Ia juga berencana membantu penyediaan modal usaha bagi ibu korban agar dapat kembali memperkuat perekonomian keluarga.


Di sisi lain, Halikinnor mengingatkan sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan interaksi antarsiswa. Menurutnya, guru tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga perlu memastikan lingkungan sekolah aman dari perundungan.


“Guru-guru yang setiap hari bersama anak-anak, coba dimonitor. Jangan hanya mengajar dan memberikan pelajaran, lalu tidak diawasi,” tegasnya.


Ia turut mengimbau orang tua untuk membimbing anak di rumah dengan menanamkan sikap saling menghormati dan tidak menyakiti orang lain.


Kasus ini kembali menyoroti dampak perundungan terhadap kondisi psikologis dan keberlanjutan pendidikan anak. Penanganan yang melibatkan sekolah, keluarga, dan pemerintah diharapkan dapat memulihkan kondisi korban sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page