top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Lapas Palangka Raya Manfaatkan TikTok dan Influencer untuk Pasarkan Produk Warga Binaan

42 minutes ago
2 min read
Lapas Kelas IIA Palangka Raya memanfaatkan siaran langsung TikTok untuk memperkenalkan produk hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat. (Foto: Istimewa).
Lapas Kelas IIA Palangka Raya memanfaatkan siaran langsung TikTok untuk memperkenalkan produk hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya mengembangkan pemasaran produk hasil pembinaan warga binaan melalui siaran langsung atau live streaming TikTok dengan melibatkan influencer. Strategi ini dilakukan untuk memperluas jangkauan promosi dan membuka peluang pasar bagi produk yang dihasilkan warga binaan.


Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi KODIKARYA (Kolaborasi Digital Hasil Karya Warga Binaan), proyek perubahan yang digagas Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.


Program bertema “Transformasi Ekosistem Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Kolaborasi Digital dan Kemitraan Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan” ini diarahkan untuk mengubah pola pemasaran konvensional menjadi promosi berbasis digital.


Melalui siaran langsung, berbagai produk hasil pembinaan kemandirian dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kota Palangka Raya diperkenalkan secara interaktif. Calon konsumen dapat melihat produk, memperoleh informasi mengenai keunggulannya, hingga mengetahui cara pembelian.


Keterlibatan influencer menjadi salah satu strategi untuk menjangkau lebih banyak pengguna media sosial sekaligus memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada calon konsumen.


Hisam Wibowo melalui program KODIKARYA mendorong pemanfaatan media sosial dan kemitraan strategis agar produk warga binaan memiliki akses pemasaran yang lebih luas. Upaya ini juga ditujukan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk hasil pembinaan.


Selain memperluas pemasaran, KODIKARYA menjadi wadah kolaborasi antar-UPT Pemasyarakatan di Palangka Raya. Melalui jejaring tersebut, produk dari berbagai UPT diharapkan dapat dipasarkan secara lebih terintegrasi sehingga potensi keterampilan warga binaan memiliki peluang untuk berkembang.


Pengembangan program selanjutnya diarahkan pada perluasan kemitraan, optimalisasi media sosial, serta penguatan strategi promosi dan penjualan. Dengan demikian, pemasaran tidak hanya berlangsung melalui kegiatan promosi sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem yang berkelanjutan.


Melalui KODIKARYA, Lapas Kelas IIA Palangka Raya berupaya menghubungkan pembinaan kemandirian dengan peluang ekonomi di luar lapas. Produk warga binaan diharapkan semakin dikenal, memiliki daya saing, serta menjadi bekal keterampilan dan kemandirian ekonomi ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.


-red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page