Karhutla Mulai Ancam Permukiman di Sampit, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
- Fransisca Fethy Angelina
- Aug 6
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengancam kawasan permukiman warga di Kota Sampit. Sejumlah titik api yang sebelumnya terjadi di kawasan hutan dan lahan kosong kini semakin mendekati area perumahan.
Pada Rabu (5/8/2026), kebakaran dilaporkan terjadi di lahan dekat Perumahan Green Sagonta di Jalan Tjilik Riwut Km 7. Tim gabungan pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi untuk mencegah api merambat ke rumah-rumah warga.
Kebakaran serupa juga terjadi di sekitar Perumahan Graha Pramuka. Kobaran api dilaporkan berada sangat dekat dengan kawasan permukiman sehingga memicu kekhawatiran masyarakat.
Salah seorang warga, Dian, segera melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur setelah melihat api terus mendekati kawasan perumahan.
"Api dekat dengan rumah," ujarnya.
Petugas BPBD bersama tim pemadam kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak menjalar ke bangunan warga.
Dalam beberapa pekan terakhir, karhutla juga beberapa kali terjadi di sekitar kawasan permukiman lainnya di Sampit, seperti Perumahan Bumi Raya 1, kawasan Walter Hugo, Pelita Barat, MT Haryono Barat, serta sejumlah lokasi lain yang berbatasan dengan semak belukar dan lahan kosong.
Proses pemadaman dilakukan secara terpadu oleh personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang terus berjibaku mengendalikan api di berbagai titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, kembali mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran, terutama selama musim kemarau.
"Mari bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing. Jangan sampai ada yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area lahan kering yang mudah terbakar, serta tidak membakar sampah karena api dapat dengan cepat menjalar ke semak belukar maupun lahan gambut.
"Kami harapkan masyarakat lebih berhati-hati agar karhutla tidak semakin meluas dan mengancam permukiman," tegasnya.
Pemerintah daerah bersama seluruh unsur penanganan karhutla terus meningkatkan kesiapsiagaan guna mencegah meluasnya kebakaran, terutama di wilayah yang berdekatan dengan kawasan permukiman demi melindungi keselamatan masyarakat dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments