top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Menurun, BPBD Kobar Tetap Siaga Hadapi Musim Kemarau

Ilustrasi personel BPBD sedang memadamkan kebakaran karhutla. (Foto: AI Generated)
Ilustrasi personel BPBD sedang memadamkan kebakaran karhutla. (Foto: AI Generated)

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) selama Juni hingga awal Juli 2026 tercatat mengalami penurunan. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat tetap meningkatkan kesiapsiagaan karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotawaringin Barat, Adnan Santana, mengatakan tantangan terbesar dalam penanganan karhutla bukan hanya memadamkan api, tetapi juga menjangkau lokasi kebakaran yang sebagian besar berada di kawasan sulit diakses.


"Kendala terbesar yang kami hadapi adalah lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalan darat. Tidak semua titik bisa dimasuki kendaraan sehingga personel harus berjalan kaki menuju lokasi," ujar Adnan Santana, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, kendaraan operasional hanya dapat menjangkau titik tertentu. Selanjutnya, personel harus membawa peralatan pemadaman secara manual, menarik gulungan selang, serta berjalan melewati lahan gambut dan semak belukar menuju lokasi kebakaran.


Salah satu kejadian terbaru terjadi di kawasan semak belukar di pinggir Jalan Raya Kumai–Kubu RT 12, Sungai Sintuk, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, pada Minggu (5/7/2026). Laporan diterima sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian BPBD berkoordinasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan pemantauan awal sebelum tim tiba di lokasi.


Saat personel tiba sekitar pukul 14.30 WIB, asap pekat telah menyelimuti kawasan dan api masih merambat di antara vegetasi kering. Proses pemadaman juga terkendala keterbatasan sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran.


"Meski menghadapi keterbatasan sumber air, personel tetap berupaya maksimal agar api tidak meluas ke area lain, terutama ke lahan masyarakat di sekitar lokasi," katanya.

Dalam proses pemadaman, BPBD Kotawaringin Barat dibantu personel Polsek Kumai, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga sekitar. Dari sekitar satu hektare lahan yang terbakar, sekitar setengah hektare berhasil dipadamkan sehingga api tidak meluas.


Adnan mengatakan perjuangan tersebut menjadi gambaran rutinitas petugas setiap memasuki musim kemarau. Menurutnya, keterlambatan penanganan beberapa menit saja dapat menyebabkan api berkembang lebih luas, terutama di kawasan lahan gambut.


BPBD mencatat sepanjang Juni hingga awal Juli 2026 hanya terjadi lima kejadian karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat. Empat kejadian terjadi di Kecamatan Arut Selatan, sedangkan satu kejadian berada di Kecamatan Kumai. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode Januari hingga Februari tahun ini.


Meski demikian, BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena kondisi lahan gambut yang mengering masih sangat rentan terbakar akibat aktivitas pembakaran maupun kelalaian manusia.


"Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Langkah sederhana tersebut sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi lingkungan," pungkas Adnan. -red

Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page