Karhutla di Samuda Kotim Ganggu Jarak Pandang, 140 Hotspot Terdeteksi di Tiga Kecamatan

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, api membakar lahan di Jalan HM Arsyad, Kelurahan Samuda Kota, tepat di sekitar Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Rabu (9/9/2026).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.45 WIB dan memicu kepulan asap tebal hingga menutupi ruas Jalan Sampit-Seruyan. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara terganggu.
Sejumlah kendaraan terpaksa memperlambat laju. Bahkan, beberapa pengendara memilih berhenti karena kondisi jalan dinilai berbahaya untuk dilalui.
“Saat saya lewat di Jalan HM Arsyad depan kantor kecamatan, asapnya sangat tebal. Banyak kendaraan yang memilih berhenti karena jarak pandang sangat pendek dan tidak aman untuk dilewati,” kata seorang pengendara, Chandra.
Petugas gabungan yang mendapat informasi langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan guna mencegah api meluas sekaligus mengurangi dampak asap terhadap pengguna jalan.
Warga Samuda, Bachtiar, mengatakan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.00 WIB.
“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB,” ujarnya.
Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena wilayah selatan Kotim masih berada dalam kondisi rawan Karhutla. Berdasarkan data akumulasi hotspot selama 24 jam yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit pada 9 September 2026, Kecamatan MHS tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Kotim, yakni 56 titik.
Jumlah tersebut disusul Kecamatan Teluk Sampit dengan 45 hotspot dan Kecamatan Pulau Hanaut sebanyak 39 hotspot.
Jika dijumlahkan, tiga kecamatan di wilayah selatan tersebut menyumbang 140 hotspot dari total 270 titik panas yang terpantau di Kabupaten Kotim.
Tingginya jumlah hotspot tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih di wilayah selatan Kotim. Pemantauan kondisi lapangan dan respons cepat terhadap kemunculan titik api juga diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments