Karhutla di Kalteng Masih Meluas, 645 Hotspot Terdeteksi hingga 11 Agustus
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 3 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), Dinas Kehutanan, dan relawan terus memperkuat penanganan melalui pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, patroli, serta pemantauan dari darat dan udara, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan pembaruan Posko Penanganan Karhutla Provinsi Kalteng, sejumlah titik masih dalam proses penanganan. Kondisi tersebut terutama terjadi pada wilayah dengan karakteristik lahan gambut, sebaran api yang luas, medan sulit, keterbatasan akses, dan minimnya sumber air.
Di Kota Palangka Raya, penanganan masih difokuskan di sejumlah wilayah Jekan Raya dan Bukit Tunggal. Kebakaran di Jalan Tegal Sari tercatat mencapai sekitar 4,29 hektare, dengan 0,92 hektare telah berhasil dipadamkan. Petugas masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan.
Sementara karhutla di Jalan Gurame dan Jalan Rungan, Bukit Tunggal, dengan total luas sekitar 0,58 hektare telah berhasil dipadamkan.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kebakaran di Baamang Hulu seluas sekitar 28 hektare dan Jalan Tjilik Riwut Km 7 sekitar 15 hektare masih dalam penanganan. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama petugas.
Di Kabupaten Barito Utara, dua titik karhutla di Desa Trahean telah berhasil dipadamkan. Sementara kebakaran sekitar 4 hektare di Desa Trinsing masih ditangani.
Penanganan juga berlangsung di Kabupaten Barito Selatan, Kapuas, Katingan, dan Pulang Pisau. Sebagian besar titik karhutla di Barito Selatan telah padam, namun kebakaran sekitar 10 hektare di Desa Kalahien masih dalam penanganan.
Di Kapuas dan Katingan, sejumlah titik masih membutuhkan pemadaman karena terkendala akses dan kondisi medan. Sementara karhutla di kawasan gambut Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, belum sepenuhnya padam.
Di wilayah Tanjung Taruna, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, MPA, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), BPBD, dan unsur terkait terus melakukan pembasahan serta pemadaman. Sekitar 0,8 hektare lahan di Jalan Tanjung Taruna masih mengeluarkan asap, sedangkan kebakaran sekitar 0,3 hektare di Jalan Rahmat hingga Satu Atap juga belum sepenuhnya padam.
645 Hotspot Terdeteksi
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga 11 Agustus 2026 tercatat 645 hotspot di wilayah Kalteng. Konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 189 titik dan Kabupaten Kapuas sebanyak 114 titik.
Pergerakan asap terpantau ke arah barat laut. Kondisi berkabut asap mulai terjadi di Buntok dan Muara Teweh dengan jarak pandang sekitar 5–7 kilometer. Sementara Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit relatif cerah dengan jarak pandang 9–10 kilometer.
Kualitas udara juga bervariasi. Katingan dan Barito Selatan berada pada kategori Tidak Sehat, sedangkan enam wilayah lainnya masuk kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif. Kotawaringin Barat tercatat berada pada kategori Baik dengan ISPU 21.
Penanganan karhutla juga diperkuat melalui operasi udara. Satgas melakukan pemantauan terhadap 514 hotspot dan patroli di 125 titik. Operasi water bombing dilakukan di Sebangau Kuala dan Petuk Katimpun, sementara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan di Kotawaringin Timur dengan penyemaian 1.000 kilogram garam.
BPBD Provinsi Kalteng melalui Pusdalops-PB juga terus melakukan konsolidasi dan verifikasi data kejadian dari seluruh kabupaten/kota. Dalam rekapitulasi periode 10–11 Agustus 2026 tercatat 55 kejadian karhutla dengan luas mencapai 99,481 hektare. Sementara pembaruan data pada 11 Agustus mencatat 43 kejadian di tujuh wilayah dan masih terus diperbarui berdasarkan laporan serta verifikasi lapangan.
Pemantauan digital juga dilakukan melalui 28 kamera yang ditempatkan di 12 titik pada empat kabupaten. Hingga pukul 13.00 WIB, terpantau tiga titik kepulan asap di wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pemerintah Provinsi Kalteng mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi lahan relatif kering dan potensi hujan masih berada pada kategori rendah hingga sedang selama periode 11–18 Agustus 2026.
Kasus ISPA Capai 2.052
Dampak kabut asap terhadap kesehatan juga menjadi perhatian. Dinas Kesehatan mencatat 2.052 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama 7–11 Agustus 2026 di 14 kabupaten/kota se-Kalteng.
Pada 11 Agustus tercatat 600 kasus baru dengan sembilan pasien menjalani rawat inap. Kasus tertinggi berada di Palangka Raya sebanyak 115 kasus dan Kotawaringin Barat 111 kasus. Jumlah tersebut meningkat 39,2 persen dibandingkan 7 Agustus.
Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota terus melakukan pemantauan kasus, pelayanan kesehatan, edukasi, pembagian masker, pemantauan kesehatan petugas, serta penyaluran masker dan oxygen portable.
Penanganan masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan masker dan obat-obatan, gangguan sinyal serta listrik yang memengaruhi pelaporan, dan perlunya validasi data karena ISPA juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lainnya.
Pemerintah kembali mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat ditangani sedini mungkin.
Tim gabungan akan terus memperkuat pemantauan, patroli, pemadaman, penyekatan, pembasahan, dan pendinginan sesuai kondisi lapangan serta perkembangan cuaca guna mengendalikan karhutla dan melindungi masyarakat, permukiman, serta lingkungan di Kalimantan Tengah. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments