top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Kapolres Kobar Pimpin Pemadaman Karhutla di Sekonyer, 40 Personel Brimob NTB Dikerahkan

3 hours ago
2 min read
Tim gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terbakar di Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. (Foto: Istimewa).
Tim gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terbakar di Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menjadi perhatian serius karena lokasinya berada di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).


Kapolres Kobar AKBP Joko Handono memimpin langsung operasi pemadaman di kawasan tersebut untuk menekan penyebaran api dan melindungi ekosistem hutan beserta habitat satwa liar yang ada di dalamnya.


Operasi ini melibatkan tim gabungan dari Polres Kobar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta unsur instansi lainnya.


Kekuatan personel di lapangan juga diperkuat dengan kedatangan 40 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipimpin Danyon A Pelopor Brimobda NTB, Kompol Supriyono.


Dalam proses pemadaman, Joko turun langsung bersama personel di garis depan dan membantu penanganan api menggunakan selang air. Kehadirannya bertujuan memastikan koordinasi antarsatuan berjalan efektif selama operasi berlangsung.


Joko menjelaskan, kondisi medan menjadi salah satu kendala utama pemadaman. Lahan gambut, vegetasi hutan yang lebat, serta arah angin yang berubah-ubah menyulitkan petugas mengendalikan api. Pada lahan gambut, bara juga dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah berhasil dipadamkan.


“Kehadiran kami di lokasi untuk memastikan koordinasi taktis antarsatuan berjalan cepat, efektif, dan tuntas. Karhutla di lahan gambut memerlukan penanganan khusus berupa pemadaman mendalam serta pembasahan berkala agar titik api benar-benar padam hingga ke dasar, dan tidak memicu kebakaran baru,” tegas Joko di sela-sela kegiatan.


Karena itu, tim gabungan tidak hanya memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga melakukan pembasahan atau pendinginan pada area terdampak. Langkah ini diperlukan untuk mengurangi potensi munculnya kembali titik api dari bara yang masih tersimpan di dalam tanah.


Personel gabungan bersama BKO Brimob NTB terus berupaya melokalisasi penyebaran api agar tidak merembet ke area lain di kawasan konservasi. Penanganan juga diarahkan untuk menekan sebaran asap yang dapat mengganggu lingkungan sekitar.


Keberadaan Taman Nasional Tanjung Puting sebagai kawasan konservasi membuat upaya pengendalian karhutla di Sekonyer menjadi penting. Selain mengancam vegetasi hutan, kebakaran berpotensi mengganggu habitat satwa liar yang bergantung pada ekosistem tersebut.


Sinergi antara aparat, petugas penanggulangan bencana, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.


-red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page