top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Hujan Tiga Hari Bantu Tekan Karhutla di Palangka Raya, BPBD Tetap Siaga

2 hours ago
2 min read
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi. (Foto: MC Kota Palangka Raya)
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi. (Foto: MC Kota Palangka Raya)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya selama tiga hari terakhir membantu menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat tetap mengerahkan personel untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.


Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, mengatakan curah hujan membantu memadamkan sejumlah titik api sekaligus membasahi lahan gambut yang rawan terbakar.


Menurut Heri, beberapa titik api yang sebelumnya terpantau dilaporkan padam setelah hujan turun. Kondisi tersebut turut membantu mengurangi beban personel yang bertugas di lapangan.


Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa hujan belum turun secara merata dan intensitasnya masih terbatas. Karena itu, pemantauan tetap dilakukan, terutama di kawasan gambut yang berpotensi kembali terbakar saat cuaca panas dan kering.


Sejumlah wilayah yang menjadi fokus pengawasan meliputi Kecamatan Jekan Raya, Sebangau, Bukit Batu, serta sebagian Kecamatan Pahandut. Tim satuan tugas (Satgas) Penanganan Karhutla juga terus melakukan pembasahan di lokasi yang masih terdeteksi memiliki sumber asap.


Heri menegaskan, personel, peralatan, dan kendaraan pemadam tetap disiagakan karena status tanggap darurat karhutla belum dicabut.


Selain pemantauan dan pembasahan, upaya pencegahan dilakukan melalui patroli rutin di wilayah rawan, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta penguatan koordinasi antara satgas dan masyarakat.


BPBD juga berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mempercepat penanganan karhutla. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dini agar kebakaran tidak kembali meluas dan menimbulkan kabut asap berkepanjangan.


Masyarakat diimbau tidak membakar lahan saat membuka area perkebunan atau pertanian serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api. Kecepatan pelaporan dan penanganan dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page