Gubernur Kalteng Perkuat P4GN, Dorong Sinergi Wujudkan Kalteng Bersih dari Narkoba
- Fransisca Fethy Angelina
- 5 hours ago
- 3 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah, Pemberian Penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta Kuliah Umum di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi Pemerintah Provinsi Kalteng dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahayanya.
Dalam sambutannya, Agustiar mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Ananda Bersinar yang dinilai penting untuk membangun kesadaran generasi muda sejak dini.
“Gebyar Ananda Bersinar menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran generasi muda sejak dini terhadap bahaya narkotika serta menanamkan pola hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba. Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari penyalahgunaan narkotika,” tutur Agustiar.
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan BNN maupun kepolisian.
“Persoalan narkoba tidak akan selesai jika hanya Badan Narkotika Nasional (BNN) atau kepolisian yang bergerak, tetapi memerlukan sinergi semua pihak sesuai peran masing-masing. Tidak boleh ada ruang bagi narkoba di Bumi Tambun Bungai,” tegasnya.
Menurut Agustiar, pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat perlu mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Kalteng Mada Roostanto menyampaikan kehadiran Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam pelaksanaan P4GN di Kalimantan Tengah.
“Kehadiran Kepala BNN Republik Indonesia Suyudi Ario Seto adalah kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Kehadiran ini memberikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan P4GN, memperluas jangkauan pencegahan, serta memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Mada.
Ia menambahkan, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa sekaligus upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
“Pembangunan sumber daya manusia adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Kita membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, berintegritas, dan memiliki ketahanan diri terhadap narkotika,” tegas Suyudi.
Suyudi juga mengingatkan bahwa peredaran narkotika telah menjangkau berbagai wilayah, termasuk desa. Ia mencontohkan temuan 45,96 gram sabu yang berkaitan dengan jaringan dari Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, hingga Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, dengan pengendalian dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat kewaspadaan mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat.
BNN, lanjut Suyudi, terus memperkuat upaya pencegahan, rehabilitasi, pemberdayaan, ketahanan masyarakat, serta kolaborasi dalam penanganan narkotika. Pencegahan juga dilakukan melalui SAKA Anti Narkoba dan penguatan ketahanan keluarga, kampus, serta komunitas.
“Penanganan narkotika tidak cukup melalui regulasi dan penegakan hukum. Pencegahan perlu diperkuat melalui SAKA Anti Narkoba, disertai rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan serta pemberdayaan masyarakat agar tetap mandiri dan produktif,” ungkapnya.
Suyudi mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai pengingat untuk membangun generasi yang tangguh dan berkualitas.
“Kedaulatan sejati tidak hanya berarti merdeka sebagai bangsa, tetapi mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. Berani berkata tidak terhadap narkotika adalah wujud pengetahuan, keberanian, dan kendali diri,” tandas Suyudi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Forkopimda, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalteng Lisda Arriyana, Bupati Barito Timur M. Yamin, Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri, Bupati Katingan Saiful, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, kepala OPD terkait, Gerakan Desa Anti Narkoba, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta mahasiswa. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments