top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Enam Tahun Berturut-turut, Dislutkan Kalteng Pertahankan Peringkat Informatif Keterbukaan Informasi

21 hours ago
2 min read
Foto bersama dalam Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Kanderang Tingang, Palangka Raya. (Foto: MMCKalteng).
Foto bersama dalam Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Kanderang Tingang, Palangka Raya. (Foto: MMCKalteng).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengikuti Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 dengan membawa sejumlah inovasi pelayanan informasi. Dislutkan Kalteng tercatat mempertahankan predikat Informatif dengan peringkat pertama kategori badan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah selama enam tahun berturut-turut.


Uji publik berlangsung di Aula Kanderang Tingang, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (27/10/2026). Kepala Dislutkan Kalteng Sri Widanarni menyampaikan paparan didampingi Sekretaris Dislutkan Indrafatriadinata, Pranata Humas Ahli Muda Kristina Djojoatmodjo, serta Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Tengah bertindak sebagai penguji.


Dalam pemaparannya, Sri menjelaskan sejumlah langkah yang dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan konsultasi di sektor kelautan dan perikanan, salah satunya melalui layanan WADI IKAN (WhatsApp Dinas Kelautan dan Perikanan).


Layanan berbasis WhatsApp tersebut ditujukan untuk memudahkan nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan menghubungi dinas tanpa harus selalu datang langsung ke kantor.


Sri mengatakan, pemanfaatan kanal digital menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pelayanan yang lebih praktis dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.


Dalam sesi tanya jawab, Komisioner Divisi Kelembagaan dan Tata Kelola Komisi Informasi Kalteng, Anita Fransiska, menanyakan sasaran pengguna layanan WADI IKAN. Sri menjelaskan bahwa layanan tersebut diprioritaskan bagi pelaku usaha dan masyarakat yang berkegiatan di sektor kelautan dan perikanan.


Penggunaan WhatsApp juga menjadi alternatif pelayanan di tengah efisiensi anggaran. Melalui kanal tersebut, masyarakat diharapkan tetap dapat memperoleh informasi dan berkonsultasi dengan lebih mudah.


Selain memperluas layanan digital, Dislutkan Kalteng meningkatkan kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan informasi yang inklusif. Salah satu upayanya melalui Pelatihan Dasar Bahasa Isyarat bagi Tim PPID Dislutkan Kalteng.


Pelatihan tersebut ditujukan untuk membantu petugas berkomunikasi dengan masyarakat penyandang disabilitas, khususnya masyarakat Tuli yang menggunakan bahasa isyarat. Dengan demikian, akses terhadap informasi publik diharapkan tidak hanya bergantung pada ketersediaan kanal komunikasi, tetapi juga pada kemampuan petugas melayani masyarakat dengan kebutuhan komunikasi yang beragam.


Sri menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian dari tanggung jawab badan publik dalam membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya perlu didukung inovasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pelayanan yang transparan dan responsif.


Capaian predikat Informatif selama enam tahun berturut-turut menjadi salah satu tolok ukur kinerja Dislutkan dalam pengelolaan informasi publik. Namun, menurut Sri, upaya peningkatan pelayanan tetap diperlukan agar manfaat keterbukaan informasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Penguatan PPID, pengembangan WADI IKAN, dan pelatihan dasar bahasa isyarat menjadi bagian dari upaya Dislutkan Kalteng untuk mempertahankan kualitas layanan sekaligus memperluas akses informasi bagi masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.


Upaya tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, yakni mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat.


-red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page