Densus 88 Temukan Anak Sekolah di Kotim Terpapar Paham Kekerasan Lewat Dunia Maya

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong penguatan pengawasan dan pendampingan terhadap anak di ruang digital. Langkah ini menyusul temuan Densus 88 Antiteror Polri mengenai adanya anak usia sekolah di Kotim yang terpapar paham kekerasan melalui interaksi di dunia maya.
Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan Komandan Tim Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) serta Pencegahan Densus 88, Iptu Ganjar Satrio, ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (11/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Iptu Ganjar menjelaskan bahwa ruang digital dan permainan daring dapat dimanfaatkan pihak tertentu sebagai pintu masuk untuk membangun komunikasi dengan anak.
Interaksi yang awalnya berlangsung melalui permainan daring atau media sosial dapat berlanjut ke platform komunikasi lainnya. Dalam prosesnya, komunikasi tersebut berpotensi memengaruhi pola pikir anak secara bertahap.
Karena itu, penanganan dinilai tidak cukup dilakukan melalui intervensi sesaat. Pendampingan berkelanjutan diperlukan dengan melibatkan berbagai pihak sesuai tugas dan kewenangannya.
Kolaborasi tersebut mencakup pemerintah daerah, kepolisian, dunia pendidikan, DP3AP2KB, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, MUI, serta Kementerian Agama.
Kepala Diskominfo Kabupaten Kotawaringin Timur Cok Orda Putra Legawa mengatakan pencegahan terhadap paparan paham kekerasan di dunia digital merupakan tanggung jawab bersama, terutama keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
“Kita semestinya mulai sekarang lebih aware dan peduli terhadap anak-anak dan lingkungan kita, sehingga peristiwa atau kejadian ini dapat kita tekan dan minimalisir,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi anak. Namun, pemanfaatannya tetap perlu diimbangi dengan literasi digital, pengawasan, dan pendampingan yang tepat.
Orang tua juga diharapkan mengetahui aktivitas digital anak, membangun komunikasi yang terbuka, serta memberikan pemahaman mengenai cara berinteraksi secara aman di internet.
Selain keluarga, sekolah dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam mencegah anak terpapar konten atau interaksi yang berpotensi membahayakan. Edukasi mengenai keamanan digital perlu diperkuat agar anak mampu mengenali risiko ketika beraktivitas di dunia maya.
Pemerintah Kabupaten Kotim juga mendorong masyarakat segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan indikasi yang mengkhawatirkan terhadap aktivitas digital anak.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, keluarga, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak-anak dari berbagai pengaruh negatif di dunia maya. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments