top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla di Kotim, Induk dan Anak Orangutan Dievakuasi dari Kebun Warga

1 hour ago
2 min read
Induk orangutan bernama Gadis bersama anaknya, Garis, dievakuasi dari kebun karet warga di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur. (Foto: Istimewa).
Induk orangutan bernama Gadis bersama anaknya, Garis, dievakuasi dari kebun karet warga di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Seekor induk orangutan bersama anaknya dievakuasi dari kebun karet warga di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Jumat (23/10/2026) dini hari. Kedua satwa dilindungi tersebut diduga mencari tempat aman setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan di sekitar habitatnya.


Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan keberadaan kedua orangutan itu telah dipantau sejak pertama kali muncul pada 12 Oktober 2026. Induk dan anak tersebut kembali terlihat pada 22 Oktober sebelum tim gabungan melakukan evakuasi.


Penyelamatan dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB oleh tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II bersama Orangutan Foundation International (OFI) dan sejumlah relawan lingkungan.


Menurut Muriansyah, laporan warga menyebutkan karhutla terjadi di sekitar Desa Kandan. Sejumlah kebun karet juga dilaporkan terdampak kebakaran, sementara area yang masih bertahan menjadi tempat satwa liar berlindung.


Kebun karet tempat kedua orangutan ditemukan masih memiliki area yang cukup luas dan relatif aman dari kebakaran. Kondisi tersebut diduga memungkinkan induk dan anak orangutan bertahan di lokasi sebelum akhirnya dievakuasi.


Kedua orangutan itu masing-masing bernama Gadis, induk betina berusia sekitar 25 tahun, dan Garis, anak jantan berusia sekitar 10 tahun.


Saat melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan di lokasi, tim menemukan tali yang melilit kedua pergelangan tangan Gadis. Tali tersebut kemudian dilepas, sedangkan luka yang cukup serius pada bagian pergelangan tangannya mendapat penanganan dari dokter hewan.


Muriansyah menduga tali itu merupakan jerat yang biasa digunakan untuk menangkap babi hutan. Namun, asal-usul tali dan penyebab luka tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


Setelah dievakuasi, Gadis dan Garis dibawa ke kantor BKSDA Kalteng Seksi KSDA Wilayah II di Pangkalan Bun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah keduanya dapat segera dilepasliarkan kembali ke habitatnya atau masih membutuhkan perawatan lanjutan.


Evakuasi ini menambah jumlah orangutan yang diselamatkan di Kotim selama periode maraknya karhutla menjadi enam individu. Sebelumnya, empat orangutan telah dievakuasi dari Jalan Sawit Raya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, wilayah Bagendang di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, serta Kelurahan Baamang Hulu di Kecamatan Baamang.


Peristiwa ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi satwa liar ketika kebakaran melanda kawasan hutan. Selain mengancam habitat, karhutla diduga mendorong satwa keluar dari kawasan hutan untuk mencari tempat berlindung, termasuk memasuki kebun milik warga.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page