DAD Katingan dan Batamad Perkuat Dukungan untuk Gerakan Dayak Anti Narkoba
- Fransisca Fethy Angelina
- Aug 7
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Komitmen memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kalimantan Tengah terus diperkuat. Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Katingan bersama Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) menyatakan dukungan terhadap Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) untuk memperluas gerakan pencegahan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Betang Hapakat, Kota Palangka Raya, Kamis (6/8/2026). Pertemuan itu menjadi momentum mempererat kolaborasi antara masyarakat adat dan GDAN dalam membangun gerakan bersama melawan penyalahgunaan narkotika.
Ketua Dewan Harian Adat Dayak Kabupaten Katingan, M. Zainal, mengatakan pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Kami dari Dewan Adat Dayak Kabupaten Katingan sangat mendukung upaya ini," ujarnya.
Ia berharap pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat turut mengambil peran dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
Menurut Zainal, gerakan antinarkoba harus berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. DAD Kabupaten Katingan juga menyatakan siap mendukung proses hukum terkait kasus narkoba di Tumbang Kalemei serta mengawal penanganannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN), Ririen Binti, menyambut baik dukungan yang diberikan DAD Kabupaten Katingan. Ia menilai keterlibatan masyarakat adat akan memperkuat upaya pencegahan narkoba hingga ke tingkat akar rumput.
Ririen juga menyinggung peristiwa di Tumbang Kalemei yang menewaskan tiga personel Polres Katingan saat menjalankan tugas sebagai momentum untuk memperkuat semangat bersama melawan narkoba.
"Dengan gugurnya tiga pahlawan kemanusiaan ketika sedang melaksanakan tugas mereka untuk memerangi narkoba, ini adalah pemicu dan penguat bagi kita semua untuk bersama-sama memerangi narkoba," katanya.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman narkoba. Karena itu, GDAN berharap sinergi dengan DAD dapat mendorong terbentuknya gerakan antinarkoba yang lebih luas di Kabupaten Katingan.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Batamad Kabupaten Katingan, Ronald Valentino. Menurutnya, Batamad siap mendukung langkah DAD dan GDAN dalam memperkuat edukasi serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.
"Mudah-mudahan ini menjadi langkah maju agar masyarakat adat, khususnya generasi Dayak Kabupaten Katingan, sadar terhadap bahaya narkotika," ujarnya.
Kolaborasi antara DAD, Batamad, dan GDAN diharapkan tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Melalui sinergi berbagai elemen masyarakat, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba diharapkan semakin efektif dalam melindungi generasi muda serta menjaga masa depan daerah. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments