Bunda PAUD Kalteng Dorong Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun Sejak Pendidikan Prasekolah
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mendorong implementasi Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari satu tahun pendidikan prasekolah sebagai upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul sejak usia dini.
Hal itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Jenjang PAUD Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar secara daring dari Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (6/7/2026).
Menurut Aisyah, pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, kesehatan, kreativitas, hingga kemampuan sosial anak. Karena itu, layanan PAUD yang berkualitas harus menjadi perhatian bersama.
"Usia dini merupakan masa emas anak yang sangat menentukan kualitas kehidupannya di masa mendatang. Karena itu, menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan yang dimulai sejak satu tahun prasekolah. Melalui kebijakan tersebut, seluruh anak usia lima hingga enam tahun diharapkan memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Menurutnya, pendidikan di PAUD tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membangun kesiapan belajar, kemandirian, kemampuan berinteraksi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap proses belajar sepanjang hayat.
Aisyah menegaskan keberhasilan implementasi program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bunda PAUD, satuan pendidikan, organisasi mitra, dunia usaha, hingga orang tua. Sinergi itu diperlukan untuk meningkatkan angka partisipasi PAUD sekaligus memastikan seluruh anak memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Selain memperluas akses pendidikan, Aisyah juga menekankan pentingnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang ramah anak. Menurutnya, pengalaman pertama anak memasuki sekolah harus berlangsung dalam suasana yang aman, menyenangkan, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
"Jangan sampai anak-anak yang sudah bersemangat memasuki sekolah justru dipenuhi rasa takut. MPLS di jenjang PAUD harus menjadi proses adaptasi yang menyenangkan sehingga anak merasa nyaman dan percaya diri untuk belajar," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh satuan PAUD menghadirkan layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan anak. Guru diharapkan menjadi pendamping yang hangat dan penuh kasih sayang, sedangkan orang tua berperan sebagai mitra utama sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Selain itu, Bunda PAUD kabupaten dan kota diminta terus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Aisyah turut mengajak seluruh pemangku kepentingan menanamkan nilai-nilai budaya Kalimantan Tengah, seperti semangat Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, gotong royong, dan persatuan sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.
Mengakhiri sambutannya, Aisyah mengingatkan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak atas pendidikan tanpa terkecuali, sekaligus mengajak masyarakat mendukung berbagai program pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Reza Prabowo, Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Tengah Nunu Andriani, Bunda PAUD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan anak usia dini. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments