top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Buka Rapimprov KADIN Kalteng 2026, Wagub Edy Pratowo Dorong Peran Dunia Usaha dalam Pembangunan Daerah

Sep 25
3 min read
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo bersama Ketua KADIN Kalteng Rahmat Nasution Hamka dan jajaran saat pemotongan tumpeng HUT ke-58 KADIN. (Foto: MMC Kalteng).
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo bersama Ketua KADIN Kalteng Rahmat Nasution Hamka dan jajaran saat pemotongan tumpeng HUT ke-58 KADIN. (Foto: MMC Kalteng).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo mendorong keterlibatan aktif dunia usaha dalam memperkuat perekonomian daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara merata.


Hal tersebut disampaikan Edy saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalteng Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-58 KADIN di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (24/9/2026).


Edy mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk KADIN sebagai mitra strategis yang menaungi pelaku usaha dari skala mikro, kecil, dan menengah hingga korporasi besar.


“Untuk membangun perekonomian daerah secara berkelanjutan dan berkeadilan, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha,” ujar Edy.


Ia menegaskan, pembangunan ekonomi Kalteng harus sejalan dengan Asta Cita Presiden serta visi dan misi pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, tidak cukup hanya dilihat dari angka statistik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di perkotaan maupun wilayah pedalaman.


Perekonomian yang berkembang diharapkan mampu membuka lapangan kerja bagi tenaga lokal, menekan pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Edy berharap Rapimprov KADIN dapat menghasilkan program kerja strategis yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah, sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Kalteng.


Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menyebutkan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah provinsi, pemerintah pusat, kabupaten/kota, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, dunia usaha, dan masyarakat.


“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan seluruh elemen, termasuk KADIN dan masyarakat. Mari kita rapatkan barisan, perkuat gotong royong dan kepedulian untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi dampak Karhutla di Kalimantan Tengah,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua KADIN Kalteng Rahmat Nasution Hamka menyampaikan, Rapimprov dan peringatan HUT ke-58 menjadi momentum memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah.


Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Rapimprov KADIN secara serentak di seluruh Indonesia. Pengurus KADIN kabupaten/kota se-Kalteng mengikuti kegiatan secara daring dari daerah masing-masing, dengan mempertimbangkan kondisi karhutla dan bencana asap di sejumlah wilayah.


Mengangkat filosofi Huma Betang, Rahmat menegaskan KADIN Kalteng ingin menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pengusaha besar, UMKM, pengusaha muda, pelaku ekonomi kreatif, hingga sektor industri dan perdagangan.


Menurutnya, organisasi tersebut perlu semakin terbuka terhadap kolaborasi, dekat dengan anggota, serta responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.


Rahmat juga menyoroti potensi ekonomi Kalteng di sektor energi, pangan, dan air. Gangguan rantai pasok akibat tenggelamnya kapal pengangkut berbagai kebutuhan dari Surabaya menuju Banjarmasin, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya memperkuat ketahanan pasokan daerah sekaligus membuka peluang bagi pengusaha lokal.


“Kebutuhan pangan kita, khususnya sayur-mayur, masih banyak dipasok dari Pulau Jawa. Padahal tanah kita masih banyak. Tinggal kita cari kolaborasi untuk mengolahnya,” ujarnya.


Ia mengajak anggota KADIN membangun kolaborasi di sektor pangan dan hortikultura dengan melibatkan tenaga ahli serta menghimpun sumber daya bersama.


Rahmat berharap potensi daerah dapat dikembangkan menjadi investasi dan kegiatan produksi yang menghasilkan nilai tambah, membuka peluang usaha, serta mendorong pengusaha lokal naik kelas.


Dalam momentum HUT ke-58, ia juga mengajak seluruh anggota dan KADIN kabupaten/kota mengevaluasi kontribusi organisasi terhadap dunia usaha dan perekonomian daerah.


“Organisasi yang besar bukan hanya diukur dari usia dan struktur organisasinya. Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu memberikan manfaat bagi semuanya,” pungkasnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden, unsur Forkopimda, bupati dan wali kota atau perwakilan, jajaran pengurus KADIN Kalteng, Ketua Harian DAD, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, perbankan, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat, adat, dan kepemudaan.


-red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page