top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Ditjenpas Kalteng Kembangkan KODIKARYA, Perluas Pemasaran Produk Warga Binaan Lewat Digital

1 hour ago
2 min read
Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah Hensah bersama jajaran membuka Pelatihan Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Platform Digital di Aula Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya. (Foto: Istimewa).
Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah Hensah bersama jajaran membuka Pelatihan Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Platform Digital di Aula Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Tengah mendorong pemasaran hasil karya warga binaan melalui pemanfaatan teknologi digital dan kemitraan strategis. Upaya ini diwujudkan melalui Pelatihan Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Platform Digital yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026.


Kegiatan yang dibuka di Aula Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya tersebut diikuti petugas dan warga binaan dari Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya serta Lapas Kelas IIA Palangka Raya.


Pelatihan ini juga menjadi bagian dari pengembangan inovasi KODIKARYA yang digagas Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo. Program tersebut merupakan implementasi proyek perubahan bertajuk Transformasi Ekosistem Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Kolaborasi Digital dan Kemitraan Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan, yang berkaitan dengan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.


Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah, Hensah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati, jajaran pejabat pemasyarakatan, serta peserta pelatihan.


Hisam menjelaskan, KODIKARYA dirancang agar produk hasil pembinaan tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan peluang pemasaran yang berkelanjutan.


“Kami ingin hasil karya warga binaan tidak hanya menjadi produk pelatihan, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan secara berkelanjutan. Melalui KODIKARYA, pemanfaatan platform digital dan dukungan mitra strategis diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta mempersiapkan warga binaan agar mandiri secara ekonomi setelah kembali ke masyarakat,” ujar Hisam.


Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari narasumber Dinas Koperasi dan UKM serta pelaku kreatif di Palangka Raya. Materi mencakup standar produk, penguatan identitas merek atau branding, desain kemasan, pembuatan konten promosi, hingga strategi pemasaran melalui media sosial.


Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah, Hensah, menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pemasaran produk warga binaan.


Menurutnya, keterampilan produksi perlu diimbangi kemampuan memasarkan produk agar hasil pembinaan memiliki nilai jual dan dapat menjadi bekal usaha setelah warga binaan kembali ke masyarakat.


“Kami mendukung langkah inovatif ini. Pemanfaatan teknologi digital harus menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga meningkatkan daya saing produk,” kata Hensah.


Sementara itu, Rahmawati menekankan pentingnya penguasaan pemasaran digital untuk memperkenalkan produk warga binaan kepada konsumen yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha.


“Kami berharap pelatihan ini dapat membekali petugas dan warga binaan dengan pengetahuan praktis mengenai pemasaran digital, sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan peluang berkembang sesuai dengan program KODIKARYA,” ungkap Rahmawati.


Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan petugas dan warga binaan. Selanjutnya, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan promosi, memperluas jaringan pemasaran, serta membangun kemitraan yang mendukung keberlanjutan usaha.


Melalui KODIKARYA, Kanwil Ditjenpas Kalteng dan Lapas Kelas IIA Palangka Raya mendorong terbentuknya ekosistem pemasaran yang lebih terintegrasi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan sebagai bekal untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.


-red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page