top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

BPBD Palangka Raya Padamkan Karhutla di Danau Rangas, Bukit Tunggal Jadi Wilayah Paling Rawan

Personel gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya. (Foto: MC Kota Palangka Raya)
Personel gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya. (Foto: MC Kota Palangka Raya)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal, Minggu (12/7/2026).


Kebakaran yang menghanguskan lahan seluas sekitar 2,88 hektare itu berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku selama kurang lebih lima jam, mulai pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengatakan proses pemadaman menghadapi tantangan cukup berat karena lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.


"Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama karena bara api dapat terus menyala di bawah permukaan tanah. Karena itu, diperlukan pembasahan secara menyeluruh agar api benar-benar padam," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Operasi pemadaman melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palangka Raya, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, serta dukungan satu unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara guna mencegah kobaran api meluas ke kawasan vegetasi kering di sekitar lokasi.


Budi menjelaskan, Pemerintah Kota Palangka Raya telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 1 Juni hingga Agustus 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau.


Sejak status siaga diberlakukan, tercatat 15 kejadian karhutla terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.


Kelurahan Bukit Tunggal menjadi kawasan dengan kejadian terbanyak, yakni 10 kali kebakaran dengan estimasi luas lahan terdampak lebih dari 10 hektare. Selain itu, dua kejadian terjadi di Kelurahan Tanjung Pinang, masing-masing di kawasan Jalan Bangaris dan Hamparan Kegiatan Lanjutan, serta masing-masing satu kejadian di Kelurahan Sabaru dan Petuk Katimpun.


"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar kejadian karhutla diduga dipicu oleh aktivitas maupun kelalaian manusia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran," kata Budi.

Sebagai upaya pencegahan, BPBD Kota Palangka Raya bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait terus meningkatkan patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot), serta mempercepat respons terhadap setiap laporan kebakaran yang diterima.


Budi juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.


"Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami berharap Kota Palangka Raya dapat terhindar dari bencana kabut asap selama musim kemarau tahun ini," tegasnya. -red

Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page