top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Jalan Tjilik Riwut Km 23 Kembali Berkobar, Tim Gabungan Siaga 24 Jam

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan Karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 23, Palangka Raya, setelah api kembali berkobar akibat angin kencang. (Foto: Istimewa)
Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan Karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 23, Palangka Raya, setelah api kembali berkobar akibat angin kencang. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali berkobar di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 23, Palangka Raya. Titik api yang sebelumnya sempat berhasil dipadamkan kembali muncul setelah angin kencang berembus di lokasi, Minggu (6/9/2026).


Kondisi tersebut membuat tim gabungan dari Polda Kalteng, Pemprov Kalteng, Kementerian Kehutanan, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya kembali memperkuat penanganan di lapangan.


Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan personel disiagakan secara nonstop untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan atau cooling down pada area yang telah terbakar.


“Beberapa waktu lalu sudah berhasil dipadamkan, cuman situasi saat ini angin cukup kencang hingga akhirnya api muncul kembali,” ujar Iwan, Minggu (6/9/2026).


Menurutnya, operasi penanganan dilakukan selama 24 jam untuk memastikan titik api dapat dikendalikan sekaligus mencegah munculnya kembali kebakaran di lokasi tersebut.


Selain pemadaman dan pendinginan, tim Satgas gabungan juga memperkuat ketersediaan sumber air. Sejumlah sumur bor dibangun di sekitar kawasan kebakaran dengan jaringan yang membentang hingga mendekati tiga kilometer.


Keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat memudahkan petugas memperoleh pasokan air selama proses pemadaman dan pendinginan, terutama di tengah kondisi kemarau yang membuat sumber air semakin terbatas.


Penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian terkait, dan relawan. Sejumlah pejabat utama Polda Kalteng turut mendampingi Kapolda dalam memantau penanganan di lokasi, termasuk Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra.


Iwan menegaskan seluruh unsur yang terlibat akan terus bekerja hingga api benar-benar padam dan kondisi lahan dinyatakan aman.


“Pantang mundur sebelum padam,” tegas Iwan.


Penanganan secara berkelanjutan diperlukan mengingat angin kencang dapat memicu bara yang sebelumnya telah padam kembali menyala. Karena itu, proses pendinginan menjadi bagian penting untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memunculkan titik api baru. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page