Trenggiling Mati Terbakar di Tengah Karhutla Terantang Hilir Kotim
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), turut mengancam satwa liar. Seekor trenggiling berukuran besar ditemukan mati dengan kondisi tubuh hangus terbakar setelah diduga terjebak dalam kobaran api.
Satwa yang merupakan jenis dilindungi tersebut ditemukan warga saat menyusuri kawasan hutan yang terdampak kebakaran. Trenggiling yang dikenal sebagai satwa nokturnal pemakan serangga itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan sebagian besar tubuhnya hangus terbakar.
Bangkai trenggiling kemudian dibawa Komunitas Pencinta Reptil Sampit untuk ditangani lebih lanjut. Camat Seranau, Dwi Kushendro, membenarkan adanya penemuan satwa tersebut.
“Saat ditemukan kondisi sudah mati, bangkai trenggiling tersebut dibawa oleh pencinta reptil,” kata Dwi, Minggu (6/9/2026).
Anggota Komunitas Pencinta Reptil Sampit, Harie Siswanto, mengatakan pihaknya menerima laporan warga mengenai keberadaan trenggiling di kawasan hutan Terantang Hilir yang terbakar.
Setelah menerima laporan, komunitas mendatangi lokasi untuk mengevakuasi satwa tersebut. Mereka juga menyusuri kawasan hutan yang terbakar untuk melihat kemungkinan adanya satwa lain yang terjebak dan membutuhkan pertolongan.
Namun, dari pencarian tersebut, komunitas hanya menemukan satu ekor trenggiling dalam kondisi sudah mati terbakar.
“Kami menemukan itu di dalam rimba daerah Terantang Hilir, masuk ke dalam dari dermaga sekitar satu jam. Kondisinya sudah mati kebakar, terkurung,” ujar Harie.
Menurut Harie, kawasan hutan yang terbakar tersebut merupakan habitat trenggiling. Berdasarkan informasi warga sekitar, satwa tersebut juga beberapa kali terlihat berkeliaran di sekitar area perkebunan.
“Memang di sana habitat trenggiling. Keterangan warga, trenggiling berkeliaran di kebun mereka,” jelasnya.
Harie menduga masih terdapat satwa lain yang terdampak Karhutla. Namun, pencarian belum dapat dilakukan secara maksimal karena kondisi medan yang sulit dan lokasi habitat berada cukup jauh di dalam kawasan hutan.
“Masih ada sepertinya yang lainnya, tapi medan di sana sulit, jauh di dalam rimba, masuk-masuk. Tubuh trenggiling hangus gara-gara kebakaran hutan,” bebernya.
Bangkai trenggiling tersebut kemudian dikuburkan oleh Komunitas Pencinta Reptil Sampit.
Penemuan ini menunjukkan dampak Karhutla tidak hanya terhadap vegetasi dan lingkungan, tetapi juga terhadap satwa liar yang hidup di dalamnya. Kebakaran dapat merusak habitat, menghilangkan tempat berlindung dan sumber makanan, hingga menyebabkan satwa terjebak dalam kobaran api. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments