BPBD Palangka Raya Kerahkan Helikopter Water Bombing Percepat Pemadaman Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- Jul 22
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus diperkuat. Selain mengandalkan pemadaman melalui jalur darat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya bersama BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya luas lahan yang terbakar selama masa siaga karhutla. Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sejak status siaga ditetapkan pada 1 Juni 2026, total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai 21,37 hektare.
Manager Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, mengatakan operasi water bombing menggunakan helikopter milik BNPB difokuskan di tiga lokasi, yakni Kelurahan Sabaru, Jalan Danau Rangas, dan Jalan Damang Gustaf Erang.
"Helikopter water bombing diterjunkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran di lokasi yang aksesnya terbatas. Berkat dukungan pemadaman dari udara, titik-titik api yang sebelumnya sulit dijangkau berhasil dikendalikan," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Menurut Balap, pemadaman dari udara menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pengendalian kebakaran di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan maupun personel darat.
Meski demikian, sehari setelah operasi water bombing dilaksanakan, petugas gabungan masih terus melakukan pembasahan di sejumlah titik kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting karena sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang masih berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
Petugas darat tetap disiagakan untuk memastikan bara api benar-benar padam sehingga tidak kembali memicu kebakaran baru.
Balap mengungkapkan, selama masa siaga karhutla, wilayah dengan luasan kebakaran terbesar berada di Kelurahan Bukit Tunggal. Di lapangan, tim gabungan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari akses menuju lokasi kebakaran yang sulit, keterbatasan sumber air, hingga kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau.
Kondisi tersebut menyebabkan api lebih cepat merambat sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif, baik melalui pemadaman darat maupun dukungan operasi dari udara.
Ia menambahkan, operasi water bombing akan kembali dilaksanakan apabila jumlah titik api meningkat atau kebakaran terjadi di kawasan yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam.
BPBD Kota Palangka Raya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments