BPBD Kobar Tangani 63 Karhutla, Total Lahan Terbakar Capai 113,51 Hektare
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 day ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencatat sebanyak 63 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas lahan terbakar mencapai 113,51 hektare sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kotawaringin Barat, Reneli, mengatakan selama periode tersebut pihaknya juga mencatat kemunculan 85 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat.
"Dari luas lahan yang terbakar tersebut terdapat 63 titik kejadian dan 85 titik kemunculan hotspot di wilayah Kotawaringin Barat," ujar Reneli di Pangkalan Bun, Kamis.
Berdasarkan data BPBD, tiga kecamatan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni Kecamatan Arut Selatan, Kumai, dan Kotawaringin Lama.
Reneli menjelaskan, Kecamatan Arut Selatan mencatat 30 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 21,61 hektare. Sementara Kecamatan Kumai mengalami 25 kejadian dengan total luas lahan terbakar 62,65 hektare, sedangkan Kecamatan Kotawaringin Lama mencatat lima kejadian yang menghanguskan sekitar 24,5 hektare lahan.
Menurutnya, jumlah kejadian karhutla terus mengalami peningkatan. Meski demikian, status penanganan bencana di Kabupaten Kotawaringin Barat hingga saat ini masih berada pada kategori siaga.
"Hingga saat ini status masih siaga, serta perkembangan di lapangan terus kita lakukan pemantauan," katanya.
Dalam upaya pemadaman, petugas di lapangan dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama kondisi medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
"Dalam proses pemadaman, petugas kita sering kali harus menghadapi medan yang sulit, terutama jauhnya sumber air dan lokasi titik api, sehingga tim harus berjalan kaki sambil membawa peralatan pemadam ke lokasi titik kejadian," jelas Reneli.
Selain itu, sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut yang dikenal sulit dipadamkan. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang selama musim kemarau juga mempercepat penyebaran api.
"Sehingga kondisi itu yang menjadi pemicu api cepat membesar dan sulit dikendalikan, bahkan di bulan ini dalam sehari kita menangani dua hingga tiga titik kejadian," ungkapnya.
Dalam penanganan karhutla, BPBD Kotawaringin Barat bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, serta sejumlah instansi terkait untuk mempercepat proses pemadaman.
Di sisi lain, BPBD terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus menghindari dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan maupun aktivitas ekonomi masyarakat. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments