Antrean BBM Kian Parah, Ketua PWI Kalteng Desak Pertamina Bertindak Nyata
- kaltengnetwork.com
- 6 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah (Kalteng) semakin memprihatinkan. Antrean kendaraan tampak mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan hingga memakan badan jalan.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng, M Zainal, mendesak PT Pertamina Patra Niaga agar tidak hanya menyampaikan klaim bahwa stok BBM aman, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar dan konsisten di wilayah Kalteng.
“Jangan hanya bicara kuota aman di media, sementara masyarakat harus mengantre berjam-jam, bahkan hingga bermalam di SPBU. Yang dibutuhkan masyarakat adalah aksi nyata, bukan sekadar data statistik yang bertolak belakang dengan kondisi di lapangan,” tegas Zainal.
Pernyataan tersebut muncul setelah pihak Pertamina melalui Sales Area Manager Kalteng beberapa kali menyebut stok BBM di Kalteng berada dalam kondisi aman. Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi berbeda.
Di sejumlah daerah, warga masih kesulitan mendapatkan Pertalite dan Solar. Antrean panjang kendaraan juga menyebabkan kemacetan di beberapa akses utama di Palangka Raya maupun sejumlah kabupaten lainnya di Kalteng.
Menurut Zainal, kelangkaan BBM tidak hanya berdampak pada masyarakat pengguna kendaraan, tetapi juga memicu efek domino terhadap perekonomian daerah.
“Kesulitan mendapatkan BBM memengaruhi sektor transportasi, distribusi logistik, hingga berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai perusahaan yang memegang mandat distribusi energi nasional, Pertamina tidak boleh terus berlindung di balik alasan meningkatnya permintaan maupun kendala teknis semata.
Zainal juga meminta Pertamina membuka data distribusi BBM secara transparan kepada publik agar masyarakat mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.
“Jika memang ada kendala distribusi atau permainan oknum di lapangan, sampaikan secara terbuka. Masyarakat Kalteng berhak mengetahui mengapa di daerah penghasil sumber daya alam, BBM justru sulit didapat,” lanjutnya.
Karena itu, PWI Kalteng mendesak Pertamina segera menormalisasi pasokan BBM agar antrean panjang di SPBU tidak terus menjadi simbol buruknya distribusi energi di Kalimantan Tengah. -red















Comments