top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

RMP Lampuyang Didorong Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Panen Petani Kotim

6 hours ago
2 min read
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati meninjau fasilitas penggilingan padi modern atau Rice Milling Plant (RMP) di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. (Foto: Diskominfo Kotim).
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati meninjau fasilitas penggilingan padi modern atau Rice Milling Plant (RMP) di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. (Foto: Diskominfo Kotim).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pengembangan fasilitas penggilingan padi modern atau Rice Milling Plant (RMP) di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani.


Upaya tersebut terlihat dalam peninjauan fasilitas RMP oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Wakil Bupati Kotim Irawati, Sabtu (10/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan sarana pengolahan gabah menjadi beras yang diharapkan mendukung kemandirian pangan daerah.


Agustiar mengatakan, keberadaan fasilitas penggilingan padi modern menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengolahan hasil pertanian di Kalimantan Tengah. Dengan pengolahan yang dilakukan di daerah sendiri, hasil panen petani diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai gabah, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah melalui produk beras.


“Tujuannya tidak lain untuk menjaga ketahanan pangan Kalimantan Tengah. Selama ini, hasil pertanian kita banyak dibawa keluar daerah. Sekarang, pengolahannya kita dorong agar bisa dilakukan di sini,” ujarnya.


Menurutnya, pengembangan RMP juga berpotensi membuka peluang kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan pertanian. Namun, manfaat tersebut perlu didukung oleh produktivitas pertanian yang terjaga serta ketersediaan gabah yang memadai agar fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal.


Selain mendorong pengolahan hasil panen, keberadaan RMP diharapkan membantu menjaga nilai jual gabah di tingkat petani sesuai kebijakan pemerintah. Harga Rp6.500 per kilogram disebut sebagai salah satu acuan untuk melindungi nilai hasil usaha petani.


Agustiar berharap pengembangan sarana pengolahan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap pendapatan petani dan mendorong pertanian yang lebih produktif serta berkelanjutan.


Bagi Kotim, khususnya wilayah Lampuyang dan sekitarnya, fasilitas tersebut menjadi peluang untuk mengoptimalkan potensi produksi padi. Dukungan infrastruktur pengolahan diharapkan dapat memperkuat daya saing komoditas lokal sekaligus memperpendek rantai distribusi hasil pertanian.


Wakil Bupati Kotim Irawati menyambut baik pengembangan RMP sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian daerah. Ia berharap potensi lahan pertanian di Kecamatan Teluk Sampit dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan produksi padi dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.


Pemkab Kotim juga mendorong sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta para pemangku kepentingan agar pengembangan fasilitas pertanian memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama petani.


Melalui penguatan sarana pengolahan, peningkatan kualitas hasil panen, dan perlindungan terhadap nilai jual gabah, pengembangan RMP Lampuyang diharapkan berkontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani di Kotim.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page