top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Kalteng Bakar 64,82 Hektare dalam Sehari

13 hours ago
2 min read
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. (Foto: PPID BPB-PK Provinsi Kalteng).
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. (Foto: PPID BPB-PK Provinsi Kalteng).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah membakar 64,82 hektare lahan dalam 24 jam hingga Minggu (11/10/2026) pukul 18.00 WIB. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, tercatat 62 kejadian kebakaran dengan dukungan data 3.908 titik panas (hotspot) dari BRIN dan Sipongi.


Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 21 kejadian. Di daerah tersebut, terdeteksi 431 titik panas dengan luas lahan terbakar mencapai 9,25 hektare.


Sementara itu, Kabupaten Seruyan mencatat jumlah titik panas tertinggi, yakni 1.308 titik dari tujuh kejadian kebakaran yang menghanguskan sekitar 19 hektare lahan.


Sebaran kebakaran juga tercatat di sejumlah daerah lain. Kabupaten Katingan mengalami kebakaran dengan luas lahan terdampak 18,30 hektare, disusul Kapuas 9,50 hektare, Pulang Pisau 5,70 hektare, Barito Selatan 3 hektare, serta Kota Palangka Raya 0,07 hektare.


Meluasnya karhutla turut meningkatkan risiko kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan. Dinas Kesehatan mencatat tambahan 5.031 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta 1.127 kasus diare pada periode yang dilaporkan pada awal Oktober 2026.


Untuk mengurangi paparan asap terhadap peserta didik, sebanyak 223 sekolah di tingkat kabupaten/kota dilaporkan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).


Pemerintah daerah bersama satuan tugas karhutla juga menyiagakan 169 lokasi Rumah Oksigen di sejumlah titik rawan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan bantuan darurat bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.


Di lapangan, upaya pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara. Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, menyebut sebanyak 12.717 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran di sejumlah lokasi kritis.


Operasi tersebut didukung tujuh helikopter pemadam melalui metode water bombing serta satu pesawat patroli untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC).


Selain penanganan kebakaran, proses hukum terhadap dugaan tindak pidana karhutla juga terus berjalan. Berdasarkan laporan BPB-PK Kalteng, sebanyak 49 kasus karhutla sedang diproses oleh pihak kepolisian.


Ahmad Toyib menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari petugas di lapangan hingga masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru.


“Kami menyiagakan 12.717 personel gabungan serta mengoptimalkan operasional helikopter dan pesawat patroli untuk melakukan intervensi cepat di lapangan. Kami mengimbau dengan sangat agar seluruh pihak menghentikan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.


Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam mendukung pemadaman dan pencegahan kebakaran. Pemerintah mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.


Upaya terpadu tersebut diharapkan dapat menekan laju kebakaran, mengurangi dampak kabut asap, dan melindungi kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page