PUPR Kerahkan Excavator Perkuat Penanganan Karhutla di Petuk Katimpun
- Fransisca Fethy Angelina
- 4 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya mengerahkan satu unit excavator ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Katimpun, Selasa (18/8/2026) sore.
Excavator tersebut digunakan untuk melakukan pengerukan dan pendalaman parit yang selama musim kemarau mengalami kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk membantu Satgas dan relawan pemadam kebakaran mendapatkan sumber air yang lebih memadai dalam proses pemadaman.
Kondisi parit yang mengering menjadi salah satu kendala petugas di lapangan. Pendalaman dilakukan terutama pada wilayah yang berada dekat dengan permukiman warga dan telah terdampak karhutla.
Proses pengerjaan di lapangan turut dipantau Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya bersama Lurah Petuk Katimpun Berita Asi.
Berita Asi mengatakan kondisi karhutla di wilayahnya hingga Selasa sore sudah mengkhawatirkan karena titik kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga.
Ia menilai langkah antisipasi perlu dilakukan agar api tidak terus meluas dan mendekati rumah penduduk.
“Karhutla di wilayah kami sudah masuk kategori bahaya karena sudah dekat dengan perumahan warga,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan sumber air menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi petugas saat melakukan pemadaman. Hampir seluruh parit di wilayah Petuk Katimpun mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
Selain persoalan sumber air, keterbatasan personel juga menjadi kendala. Sebagian petugas pemadam masih harus melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah lain di Kota Palangka Raya.
Dengan adanya pengerukan dan pendalaman parit, pemerintah berharap ketersediaan air di sekitar lokasi kebakaran dapat bertambah sehingga proses pemadaman dan pembasahan lahan bisa dilakukan lebih efektif.
Upaya tersebut juga menjadi langkah pencegahan untuk mengantisipasi api kembali menyala dan meluas ke kawasan permukiman warga. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments