top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Pemprov Kalteng Percepat Pendidikan Vokasi Pertanian, Target Cetak 178 Taruna Tani

 Suasana Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian yang diikuti jajaran pemerintah, Kementerian Pertanian, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat pelaksanaan Program Taruna Tani Huma Betang di Kalimantan Tengah. (Foto: MMC Kalteng)
 Suasana Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian yang diikuti jajaran pemerintah, Kementerian Pertanian, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat pelaksanaan Program Taruna Tani Huma Betang di Kalimantan Tengah. (Foto: MMC Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten melalui Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian. Program ini menjadi bagian dari strategi mendukung swasembada pangan nasional sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap mengelola sektor pertanian modern.


Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian yang dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mewakili Gubernur Agustiar Sabran di Aula Eka Hapakat, Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026).


Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, Edy Pratowo menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki peran penting dalam mendukung Program Swasembada Pangan Nasional sebagai bagian dari Program Strategis Nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.


"Hingga saat ini, pengembangan lahan cetak sawah di Kalimantan Tengah telah mencapai 26,4 ribu hektare. Potensi tersebut harus didukung sumber daya manusia yang mampu mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan. Karena itu, investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun sumber daya manusia," ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya menyelenggarakan Program Diploma I Bidang Pertanian yang menjadi bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).


Program tersebut menerapkan komposisi pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persen teori. Selain memperoleh keterampilan budidaya pertanian modern, peserta juga dibekali kemampuan mengoperasikan alat dan mesin pertanian serta pengetahuan kewirausahaan.


Meski demikian, Edy mengungkapkan jumlah pendaftar Calon Taruna Tani hingga 5 Agustus 2026 baru mencapai 25 orang atau sekitar 14 persen dari target yang ditetapkan.


Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta aktif melakukan sosialisasi serta menjaring calon peserta agar target program dapat tercapai.


"Kami mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk berperan aktif menyukseskan program ini melalui sosialisasi, penjaringan calon peserta, dan dukungan pelaksanaan di daerah masing-masing," katanya.

Pemerintah Provinsi juga memastikan peserta memperoleh berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pendidikan tanpa biaya, praktik lapangan, hingga peluang menerima insentif selama mengikuti program.


Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menilai Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis dalam program optimalisasi lahan dan cetak sawah nasional.


"Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Karena itu, kami mendorong generasi muda bergabung dalam Brigade Pangan agar mampu mengelola pertanian modern secara produktif dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Diploma I Bidang Pertanian dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja siap pakai melalui pembelajaran berbasis praktik, termasuk penguasaan teknologi pertanian modern seperti penggunaan drone.


Idha juga mengajak pemerintah daerah mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengikuti pendidikan vokasi tersebut agar mampu melahirkan petani muda sekaligus wirausaha pertanian yang berdaya saing.


Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menambahkan, Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi melalui Kartu Huma Betang Sejahtera yang terintegrasi dengan pengembangan sektor pertanian.


Menurutnya, program tersebut bertujuan mengoptimalkan pengelolaan lahan cetak sawah seluas 26.437 hektare, meningkatkan kompetensi SDM pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong pemberdayaan ekonomi melalui Brigade Pangan yang dikelola petani milenial.


Saat ini, pendaftaran Calon Taruna Tani Huma Betang Gelombang I telah dibuka dengan kuota sebanyak 178 peserta. Program ini diperuntukkan bagi penerima manfaat KHBS maupun masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya yang tinggal di kawasan sekitar hutan.


Perkuliahan akan berlangsung selama satu tahun di Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya dan Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, dengan dukungan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi.


Linae menegaskan keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sosialisasi, penjaringan calon peserta, dan pengembangan SDM pertanian di daerah. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page