Pemkab Kotim Masih Menunggu Dukungan Helikopter untuk Penanganan Karhutla

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sejumlah titik kebakaran berada jauh dari akses darat sehingga menyulitkan petugas melakukan pemadaman secara langsung.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Kotim masih berharap dukungan pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing. Usulan bantuan telah beberapa kali disampaikan, namun hingga kini helikopter yang sebelumnya diinformasikan akan dikerahkan belum beroperasi.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pihaknya telah menerima informasi mengenai rencana pengerahan satu unit helikopter untuk membantu penanganan Karhutla di wilayah Kotim.
“Kita sudah menyampaikan, bahkan ada pemberitahuan bahwa akan didrop satu helikopter, tapi ternyata sampai saat ini belum,” kata Halikinnor.
Menurutnya, pemadaman melalui jalur darat memiliki keterbatasan ketika titik kebakaran berada puluhan kilometer dari lokasi yang dapat dijangkau kendaraan maupun petugas.
“Karena yang di luar jangkauan kita puluhan kilo enggak mungkin kita ke sana. Enggak mungkin dijangkauan, kemampuan manusia kan ada batasnya,” ujarnya.
Helikopter water bombing dinilai dapat membantu menjangkau kawasan yang sulit ditangani melalui operasi darat. Metode pemadaman dari udara tersebut sebelumnya juga pernah digunakan dalam penanganan Karhutla di Kotim.
Halikinnor berharap dukungan pemadaman udara kembali diberikan karena tidak semua titik kebakaran memiliki akses jalan dan sumber air yang mudah dijangkau.
“Itu harapan kita, agar bisa diatasi dengan water bombing. Tapi sampai sekarang belum, tapi kita tetap berharap mudah-mudahan ada,” katanya.
Sambil menunggu dukungan tersebut, Pemkab Kotim bersama unsur TNI, Polri, dan tim gabungan tetap melakukan penanganan Karhutla melalui jalur darat dengan sarana yang tersedia.
Namun, keterbatasan akses dan jangkauan operasi darat membuat dukungan water bombing masih dibutuhkan, khususnya untuk membantu menangani titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau secara optimal oleh petugas di lapangan. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments