top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Dua Beruang Madu Ganggu Warga Bagendang Permai, BKSDA Pasang Perangkap

1 hour ago
2 min read
Petugas BKSDA Pos Sampit dibantu warga dan staf desa memasang satu set perangkap beruang madu di Desa Bagendang Permai. (Foto: Istimewa).
Petugas BKSDA Pos Sampit dibantu warga dan staf desa memasang satu set perangkap beruang madu di Desa Bagendang Permai. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Aktivitas dua ekor beruang madu mulai mengganggu warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Satwa dilindungi yang diduga merupakan induk dan anak tersebut beberapa kali mendekati permukiman hingga memangsa ternak milik warga.


Kondisi tersebut mendapat perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit. Petugas mendatangi lokasi pada Selasa (15/9/2026) untuk mengecek laporan warga sekaligus menentukan langkah penanganan.


Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan, laporan kemunculan beruang disampaikan warga bernama Junah. Kedua satwa tersebut disebut beberapa kali terlihat di belakang rumah dan kawasan sekitar permukiman.


“Beruang berjumlah dua ekor, diduga induk dan anak. Sudah sering menyerang ternak ayam dan itik milik warga,” kata Muriansyah.


Berdasarkan hasil koordinasi dengan pelapor, pemerintah desa, dan ketua RT, petugas memperoleh informasi bahwa kedua beruang cukup sering mendekati kawasan permukiman.


Kemunculan satwa tersebut juga lebih sering dilaporkan ketika kondisi lingkungan mengalami kekeringan maupun saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Untuk mengurangi risiko konflik antara satwa dan masyarakat, BKSDA memasang satu set perangkap di lokasi yang diketahui menjadi titik kemunculan sekaligus jalur perlintasan beruang.


“Kami memasang satu set perangkap beruang dengan dibantu dan disaksikan staf desa dan warga. Perangkap itu kami pasang umpan buah nanas,” jelas Muriansyah.


Pemasangan perangkap dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan satwa liar yang mulai mendekati aktivitas masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko pertemuan langsung antara beruang dan warga.


Selain memasang perangkap, petugas BKSDA memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku beruang madu. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan satwa tersebut.


BKSDA memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat serta keberadaan beruang madu sebagai satwa yang dilindungi. -red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page