Pemkab Katingan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Cegah Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- 53 minutes ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat. Penguatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lanjutan Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Bupati Katingan, Senin (31/8/2026).
Rapat dipimpin Wakil Bupati Katingan Firdaus didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan Christian Rain. Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya Kodim 1019 Katingan, Polres Katingan, Batalyon TP 831 Katingan, serta perangkat dan instansi terkait lainnya.
Rakor digelar untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi maupun kejadian karhutla. Pemerintah daerah menilai koordinasi diperlukan agar titik api dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Firdaus menegaskan penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya kebakaran.
“Penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Jangan menunggu api membesar baru kita bertindak,” tegas Firdaus.
Ia meminta seluruh unsur meningkatkan pemantauan terhadap kawasan yang dinilai rawan kebakaran serta memperkuat komunikasi ketika ditemukan titik api.
“Saya meminta seluruh unsur terkait untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi di lapangan. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan
Menurut Firdaus, dampak karhutla tidak hanya dirasakan pada kawasan yang terbakar. Asap yang ditimbulkan juga dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan, pendidikan, pekerjaan hingga aktivitas masyarakat.
Karena itu, upaya pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TNI, Polri, petugas penanggulangan bencana, perangkat daerah dan unsur lainnya terus memperkuat sinergi dalam pemantauan serta penanganan di lapangan.
Kehadiran Kodim 1019 Katingan, Polres Katingan dan Batalyon TP 831 Katingan dalam rapat tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antarlembaga untuk menghadapi ancaman karhutla.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering. Warga diminta segera melaporkan titik api kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Katingan untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar yang dapat menimbulkan risiko kebakaran,” kata Firdaus.
Ia menambahkan, laporan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam mempercepat respons ketika kebakaran mulai muncul.
“Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani secepat mungkin,” imbaunya.
Pemkab Katingan berharap penguatan koordinasi tersebut dapat membuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla berjalan lebih cepat serta terpadu. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga masyarakat tetap aman dari dampak kebakaran dan kabut asap.
Melalui kerja sama pemerintah daerah, TNI, Polri, petugas lapangan dan masyarakat, Pemkab Katingan menargetkan setiap potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments