top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Kita Ternyata Hidup di Era Terbaik dalam Sejarah Manusia

Jun 5
3 min read

KALTENGNETWORK- Buka media sosial atau menonton berita selama beberapa menit, dan kemungkinan besar kita akan menemukan berita perang, krisis ekonomi, bencana alam, konflik politik, hingga berbagai prediksi suram tentang masa depan. Tidak heran jika banyak orang merasa dunia sedang bergerak ke arah yang semakin buruk. Setiap hari kita dibanjiri informasi tentang masalah, kegagalan, dan ancaman yang tampaknya tidak pernah berhenti.


Namun ada sebuah pertanyaan menarik yang jarang diajukan: bagaimana jika, terlepas dari semua masalah yang kita lihat setiap hari, manusia justru sedang hidup di salah satu periode terbaik dalam sejarah?


"Piye kabare..? Penak jamanku toh?"

Perasaan bahwa masa lalu lebih baik daripada masa kini sebenarnya bukan hal baru. Hampir setiap generasi pernah menganggap bahwa zaman mereka penuh tantangan dan bahwa masa sebelumnya terasa lebih sederhana, lebih aman, atau lebih nyaman. Namun ketika kita melihat sejarah secara lebih objektif, gambaran yang muncul sering kali berbeda dari yang dibayangkan.


Beberapa ratus tahun yang lalu, hidup manusia jauh lebih singkat. Penyakit yang hari ini bisa disembuhkan dengan obat sederhana dahulu sering kali berakhir dengan kematian. Banyak anak tidak berhasil mencapai usia dewasa. Kelaparan, wabah penyakit, dan konflik bersenjata merupakan bagian yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dibandingkan sekarang. Bahkan bagi mereka yang berhasil bertahan hidup, akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan informasi sangat terbatas.


Saat ini, meskipun berbagai tantangan masih ada, harapan hidup manusia secara umum meningkat secara signifikan dibandingkan masa lalu. Jutaan orang memiliki akses terhadap vaksin, obat-obatan, air bersih, dan layanan kesehatan yang sebelumnya tidak tersedia. Penyakit yang dahulu menjadi ancaman besar kini dapat dicegah atau ditangani dengan lebih baik berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Perubahan besar juga terlihat dalam tingkat kemiskinan global. Meskipun kemiskinan masih menjadi masalah serius di banyak tempat, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem secara proporsional telah menurun dibandingkan beberapa dekade lalu. Lebih banyak manusia memiliki akses terhadap pendidikan, listrik, sanitasi, dan kebutuhan dasar yang sebelumnya sulit diperoleh. Kemajuan ini tidak terjadi secara merata di semua wilayah, tetapi secara keseluruhan menunjukkan peningkatan kualitas hidup manusia dalam jangka panjang.


Kemajuan teknologi juga telah mengubah kehidupan dengan cara yang mungkin sulit dibayangkan oleh generasi sebelumnya. Perangkat yang saat ini ada di saku kita mampu melakukan hal-hal yang dahulu hanya muncul dalam cerita fiksi ilmiah. Kita dapat berkomunikasi dengan seseorang di belahan dunia lain dalam hitungan detik, mengakses perpustakaan pengetahuan global dari layar kecil, memesan transportasi, mengirim uang, belajar keterampilan baru, bahkan bekerja tanpa harus berada di kantor yang sama. Banyak hal yang kini dianggap biasa sebenarnya merupakan kemewahan yang tidak pernah dinikmati sebagian besar manusia sepanjang sejarah.


Lalu jika berbagai aspek kehidupan mengalami kemajuan, mengapa dunia terasa semakin buruk?


Salah satu alasannya adalah cara otak manusia memproses informasi. Secara alami, manusia lebih peka terhadap ancaman dibandingkan kabar baik. Informasi negatif lebih mudah menarik perhatian karena selama ribuan tahun kemampuan mendeteksi bahaya membantu manusia bertahan hidup. Di era digital, kecenderungan ini diperkuat oleh media dan algoritma yang cenderung menampilkan informasi yang paling menarik perhatian, dan sering kali informasi tersebut adalah berita buruk.


Akibatnya, kita menerima kabar tentang konflik, kecelakaan, krisis, dan bencana dari seluruh dunia setiap hari. Dulu, seseorang mungkin hanya mengetahui masalah yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Sekarang kita dapat mengetahui berbagai masalah dari hampir setiap negara dalam waktu yang bersamaan. Dunia tidak selalu lebih buruk; kita hanya lebih sadar terhadap berbagai hal buruk yang sedang terjadi.


Tentu saja, mengakui kemajuan yang telah dicapai manusia bukan berarti menutup mata terhadap masalah yang masih ada. Perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, konflik geopolitik, dan berbagai tantangan lainnya merupakan persoalan nyata yang perlu dihadapi. Namun memahami bahwa dunia telah mengalami banyak kemajuan juga penting agar kita tidak terjebak dalam pandangan bahwa semuanya semakin memburuk.


Pada akhirnya, mungkin dunia memang belum menjadi tempat yang sempurna. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan banyak masalah yang perlu diselesaikan. Namun jika dibandingkan dengan sebagian besar periode dalam sejarah manusia, ada alasan kuat untuk percaya bahwa kita hidup di masa yang menawarkan lebih banyak peluang, lebih banyak pengetahuan, lebih banyak keamanan, dan kualitas hidup yang lebih baik daripada sebelumnya.


Mungkin dunia tidak seburuk yang sering kita bayangkan. Mungkin kita hanya hidup di era ketika kabar buruk bergerak jauh lebih cepat daripada kabar baik. -red

Penulis: Ivonne Hana

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page