Kebakaran di Muchran Ali Kotim Hanguskan Empat Rumah dan Satu Gudang
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 hour ago
- 3 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Muchran Ali, Simpang Tiga, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (11/8/2026) petang. Sedikitnya empat rumah dan satu gudang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kobaran api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 17.25 WIB dan dengan cepat membesar. Kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu serta posisi rumah yang berdempetan membuat api dikhawatirkan merembet ke bangunan lain.
Warga berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih dapat dibawa keluar dari rumah. Salah seorang warga, Usaini, mengatakan kobaran api terlihat sangat besar ketika kebakaran terjadi.
“Apinya besar sekali, sejumlah rumah hangus karena padat penduduk,” kata Usaini.
Salah seorang korban, Pion, mengaku hampir seluruh harta benda miliknya tidak sempat diselamatkan. Saat kejadian, ia sedang berada di wilayah Ketapang dan mendapat kabar dari istrinya mengenai kebakaran tersebut.
“Saya tidak tahu persis awal apinya dari mana. Saat itu saya sedang di Ketapang, kemudian istri menelepon memberitahu ada kebakaran,” ujar Pion.
Istri dan anak-anak Pion yang saat itu berada di rumah berhasil keluar sebelum api semakin membesar. Namun, sebagian besar barang miliknya tidak berhasil diselamatkan.
“Alhamdulillah anak dan istri saya sudah keluar semua. Api cepat merambat dan habis semua. Yang tersisa hanya pakaian yang melekat di badan,” ungkapnya.
Pion menyebut sebagian besar bangunan di kawasan tersebut merupakan bangunan kayu. Di sekitar rumahnya juga terdapat gudang yang berada berdekatan dengan permukiman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Akhmad Taufik, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.00 WIB melalui pos darurat.
“Kurang lebih pukul 18.00 lewat sedikit, kami menerima laporan dari masyarakat melalui pos darurat. Kami langsung merespons bersama pasukan, personel dan armada yang ada,” ujar Akhmad Taufik.
Petugas Disdamkarmat bersama relawan pemadam kebakaran (Rekar) langsung melakukan penanganan. Setelah sekitar satu jam, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak semakin meluas.
“Kurang lebih satu jam, alhamdulillah situasi sudah bisa kami kendalikan. Kami juga dibantu seluruh Rekar yang ada di Kotim, termasuk Rekar Ketapang dan Baamang,” katanya.
Akhmad menyebut kebakaran berdampak pada empat rumah dan satu gudang. Tiga rumah lain di sisi selatan juga turut terdampak akibat kejadian tersebut.
Salah satu rumah yang terbakar diketahui milik warga bernama Heni dan mengalami kerusakan total. Dugaan sementara api berasal dari rumah tersebut, namun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Dalam proses pemadaman, Disdamkarmat Kotim mengerahkan tiga unit mobil pemadam dengan kekuatan sekitar 27 personel. Petugas juga dibantu para relawan yang berada di sekitar lokasi.
Suplai air menjadi salah satu kebutuhan selama penanganan. Petugas dan relawan turut melakukan pengisian ulang persediaan air di depo Pertamina Sampit yang lokasinya tidak jauh dari kawasan kebakaran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara jumlah kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Akhmad mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau. Warga diminta memastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Imbauan saya kepada masyarakat, di musim kemarau ini agar selalu waspada. Sebelum meninggalkan rumah, periksa kompor dan peralatan listrik, serta cabut yang tidak digunakan,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan masyarakat memeriksa kondisi instalasi listrik, terutama jaringan yang sudah tua, karena korsleting dapat memicu kebakaran dengan cepat.
“Stop kontak juga diharapkan diperhatikan dengan baik, terutama aliran listrik yang sudah tua dan jaringan-jaringan yang ada. Ancaman dari listrik juga bisa menimbulkan api yang cukup besar,” pungkasnya. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments